Haji 2026
Jamaah Jangan Paksakan Diri ke Masjidil Haram
Keinginan beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang baik, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jamaah.
Ringkasan Berita:
- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi mengimbau jamaah haji tidak memaksakan diri selalu beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
- Seluruh kawasan Tanah Haram memiliki keutamaan ibadah besar sehingga jamaah tetap bisa beribadah dengan nyaman di masjid hotel masing-masing.
- PPIH mengingatkan pentingnya prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan diri.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah tidak memaksakan diri selalu beribadah di Masjidil Haram, terutama jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Penegasan ini disampaikan Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Makkah untuk meluruskan persepsi sebagian jamaah yang menganggap salat di luar Masjidil Haram memiliki keutamaan lebih rendah.
Tim Pelaksana Bimbad PPIH Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto mengatakan seluruh kawasan Tanah Haram memiliki keutamaan ibadah yang sangat besar.
“Salat di sini pahalanya berlipat,” ujarnya usai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di kawasan Syisyah, Selasa (5/5/2026).
Menurut Aziz, keinginan beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang baik, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jamaah.
Ia mengingatkan pentingnya prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan diri sebagai prioritas utama dalam beribadah.
“Kalau fisiknya memungkinkan, silakan. Tapi jangan sampai memaksakan diri hingga membahayakan,” tegasnya.
Baca juga: 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang
Kepadatan di Masjidil Haram menyimpan sejumlah risiko. Terutama bagi jamaah lansia, disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Kasus jamaah tersesat juga kerap terjadi karena banyaknya pintu masuk, area yang luas, serta kepadatan pengunjung.
“Sering jamaah lupa pintu masuk, tempat wudu, atau titik pertemuan. Ini yang perlu diantisipasi,” kata Aziz.
Untuk mengurangi risiko, PPIH mengimbau jamaah dengan kondisi tertentu agar mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing.
Kelompok yang menjadi prioritas perhatian meliputi lansia, disabilitas, dan jamaah dengan riwayat penyakit.
Jaga Stamina Jelang Armuzna
Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah haji Indonesia diimbau untuk lebih bijak mengatur aktivitas ibadah dan menjaga kondisi fisik.
Ibadah yang dilakukan di lingkungan Tanah Haram, termasuk di masjid hotel, tetap memiliki nilai keutamaan yang besar.
Kepala Seksi Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) serta KBIHU PPIH Daker Makkah, Erti Herlina mengatakan sebagian besar jamaah yang telah tiba di Makkah kini memasuki fase persiapan menuju Armuzna setelah menunaikan umrah wajib.
"Alhamdulillah hampir 90 persen jamaah yang tiba di Makkah sudah melaksanakan umrah wajib. Sekarang fokus kita adalah persiapan menuju puncak ibadah," katanya, Selasa (5/5/2026).
Ia berharap dapat menjalankan ibadah secara bijak, menyesuaikan kondisi fisik, menjaga keselamatan, serta tetap meraih pahala maksimal selama di Tanah Suci.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah/Media Centre Haji 2026
| Kloter 26 Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang, Jamaah Maluku Hanya Transit di Bandara |
|
|---|
| Tangis Penjual Nasi Kuning Menetes di Asrama Haji, Nabung Mulai Rp10 Ribu hingga Bisa Berhaji |
|
|---|
| 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Jemaah Haji Kembali Diingatkan Patuhi Aturan Ihram sebelum Tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah |
|
|---|
| Jamaah Embarkasi Makassar Diminta Tak Nekat Bawa Air Zamzam di Koper, Bisa Dibongkar di Bandara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-06-Abdul-Aziz-Siswanto-Pelaksana-Bimbad-Daker-Makkah-PPIH-Arab-Saudi.jpg)