Haji 2026
Linjam KJRI Jeddah Puji Dedikasi Petugas Sambut Jemaah Haji di Bandara Madinah
Koordinasi yang solid antarpetugas membuat proses kedatangan jemaah berjalan lancar, termasuk dalam penanganan jemaah lanjut usia (lansia).
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Alfian
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Suasana haru dan semangat pelayanan terasa kuat di Terminal Kedatangan Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.
Di tengah padatnya arus kedatangan jemaah haji, petugas haji Indonesia yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan layanan terbaik.
Apresiasi terhadap kinerja petugas tersebut datang dari tim pemantau lapangan KJRI Jeddah.
Pelaksana Perlindungan Jemaah (Linjam) Imigrasi KJRI Jeddah, Moi Noto, yang turun langsung melakukan monitoring pada Minggu (3/5/2026) malam, menyampaikan kepuasannya atas pelayanan di lapangan.
Menurutnya, koordinasi yang solid antarpetugas membuat proses kedatangan jemaah berjalan lancar, termasuk dalam penanganan jemaah lanjut usia (lansia).
“Respon petugas sangat positif. Mereka sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia. Ini temuan langsung kami di lapangan dan sangat kami apresiasi,” ujar Moi Noto saat memantau alur kedatangan, didampingi Abdul Basir.
Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Tertua 103 Tahun Tiba di Madinah, Petugas: Merawatnya Adalah Kemuliaan
Ia menambahkan, kualitas pelayanan secara keseluruhan masuk kategori sangat memuaskan.
Berdasarkan wawancara dengan sejumlah jemaah, mereka merasa terbantu sejak pertama kali tiba di Tanah Suci, mulai dari proses turun pesawat hingga diarahkan menuju area layanan.
Selain pelayanan langsung, aspek administrasi keimigrasian juga dinilai mengalami peningkatan signifikan.
Moi Noto mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti terkait dokumen perjalanan jemaah.
“Alhamdulillah tahun ini lancar. Dari sisi imigrasi, kami belum menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sama sekali. Ini menunjukkan koordinasi dokumen sudah sangat baik,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kloter 9 Padang (PDG 09), Uma Fahmi. Ia mengaku terkesan dengan pelayanan yang diterima sejak tiba di Bandara Madinah bersama 389 jemaah yang dipimpinnya.
“Mulai dari turun pesawat hingga proses imigrasi, semuanya berjalan lancar. Petugas kita bahkan sudah menyambut di gate pesawat dan langsung memandu kami sampai ke paviliun haji,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap implementasi program Haji Ramah Lansia, yang dinilai sangat membantu jemaah lanjut usia dalam menjalani proses kedatangan.
“Perlakuan petugas terhadap lansia luar biasa. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi para petugas haji Indonesia,” tutupnya.
Kinerja solid petugas di Bandara Madinah ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas layanan haji Indonesia, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah sejak awal kedatangan di Tanah Suci.(hasim arfah/mch 2026)
| Layanan Kesehatan Bandara Jaga Kondisi Jamaah Sejak Langkah Pertama di Tanah Suci |
|
|---|
| Bersabar di Tengah Panas Terminal, Kisah Petugas asal Sulawesi Doktor Brandes Jadi Kapos Terminal |
|
|---|
| Jamaah Haji Indonesia Tertua 103 Tahun Tiba di Madinah, Petugas: Merawatnya Adalah Kemuliaan |
|
|---|
| Kisah Emmaria Tukang Panjat Lontar Naik Haji, Sabar Nabung dari Rp200 Ribu |
|
|---|
| Jumail Mappile ke Jamaah Lutra: Jaga Kesehatan, Tunjukkan Keramahtamahan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260504-Linjam-Imigrasi-KJRI-Jeddah.jpg)