Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Satu Calon Haji Kloter 9 Embarkasi Makassar Ditunda Berangkat Gegara Sakit

Calon haji bernama Nursiah Napasa asal Gowa jatuh sakit diduga karena kelelahan dan harus menunda pemberangkatan ke Tanah Suci.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
HAJI 2026 – Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter 9 Embarkasi Makassar asal Bone dan Gowa saat berkumpul di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (26/4/2026) malam. Satu CJH Kloter 9 ditunda berangkat karena sakit. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Satu calon jemaah haji (CJH) dari kelompok terbang (Kloter) 9 Embarkasi Makassar harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci. 

CJH tersebut adalah Nursiah Napasa asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penyebabnya, Nursiah sakit dua hari sebelum Kloter 9 Embarkasi Makassar masuk Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (26/4/2026) pukul 19.00 Wita.

Hal ini diungkapkan Ketua Kloter 9 Embarkasi Makassar Syamsuddin Rasyid saat ditemui di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu malam.

“Yang sakit itu perjalanan sebenarnya, beliau sudah persiapan untuk keberangkatan dua hari yang lalu,” ungkapnya. 

Syamsuddin menuturkan, Nursiah diduga alami kelelahan.

Pasalnya, perjalanan jauh ditempuh ke Sungguminasa, Gowa. 

Nursiah tinggal di Kecamatan Tompobulu, berjarak 150 kilometer dari Sungguminasa. 

Baca juga: Andi Calle Paramata Calon Haji Tertua Asal Wajo Sulsel, Usia 95 Tahun Berangkat Tanah Suci

Sekarang Nursiah masih dirawat di rumah sakit. 

“Kecapean, sehingga memicu penyakitnya muntaber dan tidak sadarkan diri. Setelah dirawat di Puskesmas, akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya. 

Syamsuddin pun telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait bisa tidak Nursiah berangkat haji tahun ini. 

“Setelah koordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan termasuk ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), kalau kondisi beliau membaik, maka kemungkinan besar akan diikutkan di Kloter yang akan berangkat nanti,” tuturnya.

Dengan ditundanya keberangkatan Nursiah, CJH di Kloter 9 sebanyak 386, terdiri 44 CJH asal Bone dan 341 CJH dari Gowa. 

CJH ini akan didampingi enam petugas selama menjalankan ibadah haji. 

Calon haji usia termuda usia 20 tahun dan usia tertua 85 tahun.

Adapun CJH dengan risiko tinggi (Risti) sekira 20 persen. Risti berat 34 jemaah, Risti sedang 79 jemaah, Risti ringan 119 jemaah dan tidak Risti 161 jemaah.

Begitu tiba di Asrama Haji Sudiang, CJH langsung diarahkan masuk ke Aula Arafah.

CJH memakai pakaian putih dan biru, yang membedakan hanya slayer. CJH Bone memakai slayer berwarna kuning, sedangkan CJH Gowa mengenakan slayer berwarna biru.

Di Aula Arafah, CJH menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses administrasi.

Seperti mengaktifkan kartu Nusuk, pemberian akomodasi dan living cost. 

Kloter 9 dijadwalkan bertolak meninggalkan Makassar menuju Arab Saudi pada Senin (27/4/2026) pukul 19.20 Wita. 

Syamsuddin pun berpesan demi kelancaran ibadah haji, jemaah  harus disiplin dan mengikuti arahan ketua rombongan dan ketua regu, termasuk petugas haji.

Tak kala pentingnya, jemaah menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.

“Kita berharap semua harus menjaga kesehatan, istirahat yang banyak untuk kemudian sampai di puncak Armuzna perhajian nanti,” ucapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved