Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Arbain Bukan Segalanya: Jamaah Diingatkan Jaga Stamina Jelang Puncak Haji

PPIH secara rutin mengingatkan jemaah sejak kedatangan di Madinah untuk mengatur ritme ibadah.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Istimewa/MCH 2026
HAJI 2026 - Pembimbing Ibadah PPIH Daker Bandara, Anis Diyah Puspita saat ditemui, Minggu (26/4/2026) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa Arbain—salat fardu berjamaah selama 40 waktu berturut-turut—bukan bagian dari rukun maupun wajib haji.  

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH- Di tengah semangat jemaah memburu keutamaan ibadah di Masjid Nabawi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan agar jemaah, khususnya lansia, tidak memaksakan diri menuntaskan salat Arbain

Imbauan ini ditekankan demi menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah.

Pembimbing Ibadah PPIH Daker Bandara, Anis Diyah Puspita, menegaskan bahwa Arbain—salat fardu berjamaah selama 40 waktu berturut-turut—bukan bagian dari rukun maupun wajib haji.

Karena itu, pelaksanaannya tidak memengaruhi keabsahan ibadah haji.

“Jemaah terutama banyak yang lansia. Sehingga jemaah tidak harus diturut Arbain,” ujar Anis, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: 72 Kloter Jemaah Haji Tiba di Madinah, Petugas Fokus Layani Lansia

Menurutnya, menjaga kesehatan jauh lebih penting agar jemaah mampu menjalani puncak haji, khususnya saat wukuf di Arafah di Makkah.

Ia mengingatkan, kelelahan akibat memaksakan ibadah justru berisiko mengganggu pelaksanaan rukun utama tersebut.

PPIH secara rutin mengingatkan jemaah sejak kedatangan di Madinah untuk mengatur ritme ibadah.

Salat di Masjid Nabawi tetap dianjurkan selama kondisi fisik memungkinkan.

 Namun, jika tubuh mulai lelah atau kurang fit, jemaah diminta beristirahat dan dapat melaksanakan salat di hotel.

“Kalau sehat tidak masalah. Tapi kalau merasa lelah, ya salat saja di hotel. InsyaAllah tetap berpahala,” kata Anis.

Imbauan ini menjadi penegas bahwa ibadah haji bukan sekadar soal kuantitas.

Melainkan juga kesiapan fisik dan keselamatan. Dengan stamina terjaga, jemaah diharapkan dapat menjalani puncak haji dengan lancar dan khusyuk.(hasim arfah/mch 2026)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved