Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Anis Diyah Pembimbing Ibadah Daker Bandara Ingatkan Jamaah Haji Pentingnya Menolong Sesama

Anis Diyah Puspita juga mengimbau jamaah untuk menjaga salat berjamaah di Masjid Nabawi dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan. 

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
MENOLONG SESAMA - Kolase kiri ke kanan: Suasana penyambutan jamaah haji Indonesia di jalur fast track area Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Kota Madinah, Minggu (26/4/2026) malam dan potret Pembimbing Ibadah Daker Bandara Anis Diyah Puspita. Anis menyampaikan tugas pembimbing ibadah di area Bandara. Anis mengingatkan jamaah haji saling membantu, terutama kepada lansia dan yang membutuhkan 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM - Pembimbing Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara Anis Diyah Puspita menyampaikan tugas pembimbing ibadah di area Bandara. 

Hal itu Anis Diyah Puspita sampaikan ketika melayani jamaah haji Indonesia jalur fast track area Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Kota Madinah, Minggu (26/4/2026) malam. 

"Dari Bimbad sendiri, ketika jamaah turun ke Madinah saat subuh, apa yang biasanya disampaikan? Apakah sudah subuh? Ketika belum, maka kemudian kita pastikan mereka mampu melaksanakan tayyammum di bis, karena kondisi kita sudah tidak mungkin sholat di bandara," katanya. 

"Jika belum mampu, maka kita bantu, kita bimbing melaksanakan tayamum, sampai kemudian sholat di atas kendaraan," katanya. 

Setibanya di Madinah, lanjutnya, jamaah juga dipimpin doa masuk kota sebagaimana diajarkan Rasulullah, dengan harapan keberkahan kota suci tersebut menjadi pelindung di hari perhitungan kelak.

"Setelah itu, kita pastikan bahwa mereka, kita pimpin doa masuk ke kota Madinah, sebagaimana diajarakan oleh Rasulullah, Jadi semoga keberkahan kota Madinah ini bisa menjadi perisai bagi mereka di kesulitan Yawmil Kisab di hari perhitungan," katanya. 

Ia juga mengimbau jamaah untuk menjaga salat berjamaah di Masjid Nabawi dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan. 

"Kemudian kita ingatkan bahwa mumpung di kota Madinah mereka dekat dengan Nabi, untuk sholat, menjaga sholat berjamaah di masjid dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan,"katanya. 

Selagi sehat, maka diusahakan, tapi kalaulah teristirahat, gunanya adalah supaya nanti ketika pun cak haji di Arofa, mereka tetap dalam kondisi prima. 

Lebih dari itu juga, bimbingan ibadah (bimbad) selalu mengingatkan kepada para jamaah, khususnya yang masih muda-muda, agar perhatian kepada jamaah yang lebih tua, yang lansia, yang rentan. 

"Agar tidak membiarkan mereka misalkan sholat ke masjid tanpa ditemanin, atau melakukan aktivitas sendiri yang barangkali memang harusnya dibantu," katanya. 

"Bimbad tekankan, barangkali dan bisa jadi kemabruran jamaah haji itu bukan dari sebanyak apapun mereka sholat berjamaah di masjid, tapi bagaimana kebetulan mereka terhadap sesama jamaah menolong yang tua, kemudian membantu meringankan yang sulit dan sebagainya." 

Jamaah haji baru bisa melanjutkan ke tanah suci setelah paham. 

"Itu selalu kita tekankan, yang pada akhirnya setelah itu semuanya mereka pahami, mereka baru bisa melanjutkan perjalanan ke hotel," katanya. (hasim arfah/mch 2026)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved