Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinkes Bulukumba Waspadai Hantavirus, Warga Keluar Masuk Luar Negeri Dipantau

Sementara warga Bulukumba banyak beraktifitas di sejumlah negara di belahan dunia ini.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
VIRUS BULUKUMBA - Petugas kesehatan sedang sosialisasi penyakit tidak menular di Gedung Pinisi, pekan lalu. Saat ini Dinas Kesehatan Bulukumba memantau penyebaran penyakit hantavirus di luar negeri dan dalam negeri. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ikut mengamati perkembangan penyebaran penyakit hantavirus.

Dinas tersebut memonitor setiap warga Bulukumba yang keluar masuk luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Amrullah mengatakan bahwa meski belum ada warga Bulukumba yang terpapar penyakit tersebut, namun pihaknya telah memantau masyarakat Bulukumba yang keluar masuk luar dan dalam negeri.

"Kewaspadaan terhadap hantavirus di wilayah saat ini, kita telah terkoneksi dengan pintu-pintu masuk negara," kata Dokter Amrullah kepada TribunBulukumba.com, Senin (11/5/2026).

Selain itu, Bulukumba menerima notifikasi setiap waktu.

Hantavirus diamati setiap pekan melalui surveilans ilfluenza like ilneas di menu SKDR ( IBS /Ivent Base surveilans (surveilans berbasis kejadian).

Ia katakan virus tersebut mulai menyebar di negara lain.

Sementara warga Bulukumba banyak beraktifitas di sejumlah negara di belahan dunia ini.

Seperti, masyarakat Bulukumba banyak menjadi tenaga kerja di Malaysia, Singapura, China, Jepang, Timur Tengah, Amerika dan Eropa dan sejumlah negara lainnya.

Dijelaskan bahwa penyakit hantavirus berkembang terutama di Asia, Eropa, dan Amerika.

Sedang penularannya melalui hewan pengerat (tikus).

Di Indonesia, saat ini, tercatat 23 kasus terkonfirmasi antara 2024 hingga awal Mei 2026, dengan tren peningkatan signifikan pada tahun 2025.

Persebarannya meliputi DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatra Barat, NTT, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.

Amrullah mengungkap bahwa pencegahannya, terhadap hantavirus dilakukan melalui upaya pengendalian rodensia serta mencegah kontak dengan urin, tinja dan air liur rodensia .

Selain itu, menutup lubang di dalam atau di luar rumah untuk mencegah masuknya rodensia ke dalam rumah atau tempat kerja.

Menempatkan perangkap tikus di sekitar rumah atau tempat kerja untuk mengurangi populasi rodensia.

Melindungi makanan atau minuman dari kemungkinan kontaminasi rodensia dengan cara ditutup menggunakan tudung saji atau di simpan pada wadah tertutup.

Sementara seorang warga di BTN Puri Bulukumba, Khadijah berharap ke petugas kesehatan agar ada sosialisasi pencegahan.

"Perlu edukasi masyarakat pencegahan dan cara pengobatan, agar kita tidak panik seperti penyebaran covid 19 dulu," katanya.

Warga juga berharap kepada petugas medis hingga ke tingkat dusun turun ke warga sosialisasi pencegahan tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved