Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

22 Tahun Tribun Timur

BPS Rilis Data Terbaru: 25 Ribu Warga Bulukumba Masih Bergelut Kemiskinan

Pada 2025, daerah ini menempati urutan keenam dengan persentase penduduk miskin terendah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
WARGA MISKIN - (Ilustrasi) Angka kemiskinan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memang menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir. Namun, puluhan ribu warga masih hidup di bawah garis kemiskinan. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU – Angka kemiskinan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memang menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir.

Namun, puluhan ribu warga masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin Bulukumba pada Maret 2025 berada di angka 6,06 persen atau sekitar 25,88 ribu jiwa.

Meski menjadi yang terendah dalam 10 tahun terakhir, angka tersebut menegaskan, persoalan kemiskinan belum sepenuhnya teratasi.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Kabid Humas Diskominfo, Andi Ayatullah Ahmad, menyebut penurunan terjadi secara bertahap dari tahun ke tahun.

Pada Maret 2021, angka kemiskinan masih berada di level 7,43 persen.

Angka itu kemudian turun menjadi 7,39 persen pada 2022, 7,22 persen pada 2023, 6,71 persen pada 2024, hingga mencapai 6,06 persen pada 2025.

Secara regional, posisi Bulukumba juga terbilang cukup kompetitif.

Pada 2025, daerah ini menempati urutan keenam dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Selatan.

Sekaligus berada di bawah rata-rata provinsi yang tercatat sebesar 7,60 persen.

“Angka kemiskinan Bulukumba juga terendah di wilayah selatan Sulawesi Selatan,” ujar Andi Ayatullah Ahmad, Senin (9/2/2026).

Meski begitu, jumlah warga miskin yang masih mencapai lebih dari 25 ribu jiwa menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Indikator kualitas kemiskinan turut menunjukkan perbaikan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun menjadi 0,70, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) berada di angka 0,12 pada Maret 2025.

Penurunan ini menandakan kesenjangan pengeluaran penduduk miskin semakin mengecil dan tekanan ekonomi tidak semakin parah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved