Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Angin Puting Beliung Hantam Rumah dan Perkebunan Warga di Bulukumba

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.45 Wita di Desa Benteng Gattareng, Jalan Poros Mannanungi, Kecamatan Gantarang.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
Salah satu rumah di Mannaungi, Desa Benteng Gantarang, Kabupaten Bulukumba terdampak cuaca angin beliung, Selasa (3/2/2026). Sejumlah rumah mengalami kerusakan dalam peristiwa itu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Angin puting beliung kembali melanda Kabupaten Bulukumba pada Selasa (3/2/2026), merusak rumah dan area perkebunan warga.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.45 Wita di Desa Benteng Gattareng, Jalan Poros Mannanungi, Kecamatan Gantarang.

Angin kencang disertai hujan deras membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Atap dan balok rumah banyak yang patah, bahkan sebagian rumah atapnya diterbangkan angin.

“Kejadiannya tidak berlangsung lama, pak. Angin kencang bergemuruh dan bersamaan itu atap rumah kami terangkat,” kata Irmawati, salah seorang warga setempat.

Kejadian tersebut sempat membuat warga panik.

Beberapa orang menangis histeris, sementara yang lain terpaku karena syok.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris, mengatakan, kerusakan sebagian besar terjadi di wilayah Mannaungi.

“Angin puting beliung merusak sejumlah rumah di Mannaungi,” ujarnya.

Pasca-kejadian, warga dari desa tetangga seperti Bontomalewang, Bontoraja, dan Bontomacinna ramai mengunjungi lokasi untuk memastikan keselamatan para korban.

Selain merusak rumah, bencana ini juga menumbangkan pohon cengkih produktif di beberapa desa di Bulukumba, menambah daftar kerugian warga akibat bencana angin kencang ini.

BPBD Bulukumba terus melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan bantuan darurat bagi korban terdampak.

Waspada tanda‑tanda cuaca ekstrem

Waspadai awan gelap, angin yang berputar, hujan atau angin kencang tiba‑tiba sebagai gejala awal puting beliung.

Selalu perhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dari BMKG atau instansi resmi. 

  • Siapkan tempat berlindung yang aman

Kenali lokasi aman di rumah: ruang interior tanpa jendela, lorong tengah, atau ruang bawah tanah jika ada.

Hindari ruang dengan banyak jendela, karena pecahan kaca bisa melukai.

  • Siapkan kit darurat

Simpan air bersih, makanan tahan lama, senter, radio, baterai cadangan dan obat‑obatan di lokasi aman agar mudah dijangkau saat darurat.

Miliki rencana keluarga tentang tempat berkumpul dan jalur evakuasi. (redcross.org)

  • Segera cari perlindungan yang kuat

Masuk ke ruang interior di lantai terendah, seperti kamar dalam tanpa jendela, kamar mandi atau lorong tengah di rumah.

Jika di gedung publik, cari ruang dalam di lantai bawah dan jauhi jendela.

  • Hindari berada di luar ruangan atau kendaraan

Jangan berada di kendaraan, karena mobil bisa terbalik atau tertimpa puing.

Jika tidak ada bangunan aman, cari area rendah seperti parit atau gundukan tanah, berbaring dan lindungi kepala dengan lengan.

  • Lindungi tubuh dari puing terbang

Tutupi kepala dan tubuh dengan selimut, jaket tebal, atau benda lain yang bisa melindungi dari pecahan kaca dan material terbang.

Jauhkan diri dari pohon tinggi, papan reklame, atau tiang listrik, karena mudah tumbang saat angin deras. 

  • Setelah Angin Berhenti (Pasca Kejadian) - Tetap waspada terhadap bahaya lanjutan

Waspadai kabel listrik yang putus, pohon tumbang, dan bangunan rusak.

Jangan masuk ke bangunan yang tampak tidak stabil tanpa pemeriksaan ahli. 

Bantu keselamatan keluarga dan tetangga

Periksa keadaan keluarga dan tetangga, terutama anak‑anak dan lansia.

Laporkan kondisi darurat ke otoritas setempat jika diperlukan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved