Cuaca Ekstream
Angin Kencang Terjang Bulukumba Selama 7 Jam, BPBD Minta Warga Waspada
Hal itu disampaikan Haris saat ditemui di Jalan Dr Sam Ratulangi, Bulukumba, Senin (2/2/2026).
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tengah mengkaji fenomena angin kencang yang melanda wilayah Bulukumba Minggu (1/2/2026).
Angin kencang tersebut berlangsung cukup lama, yakni sekitar tujuh jam, dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris, mengatakan peristiwa tersebut saat ini masih dalam tahap kajian internal BPBD.
Hal itu disampaikan Haris saat ditemui di Jalan Dr Sam Ratulangi, Bulukumba, Senin (2/2/2026).
“Peristiwa angin kencang ini sedang kami kaji dan didiskusikan di internal BPBD,” kata Abd Haris.
Menurut Haris, angin yang melanda Bulukumba tersebut bukan angin biasa.
Angin berhembus dari arah barat dan terjadi secara terus-menerus tanpa jeda.
Berdasarkan pemantauan sementara, angin mulai bertiup kencang sejak pukul 09.00 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita.
“Anginnya cukup ekstrem karena berlangsung lama dan tidak terputus,” ujarnya.
Haris memperkirakan kecepatan angin saat kejadian berada di atas 30 knot.
Kondisi tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang, baik di area permukiman warga maupun di sepanjang jalan raya.
Akibat peristiwa itu, empat pengendara sepeda motor dilaporkan menjadi korban.
Para korban tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan raya.
Selain itu, sejumlah pohon juga dilaporkan menimpa rumah warga, meski tidak dijelaskan secara rinci jumlah maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Fenomena angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lama membuat warga Bulukumba panik.
Haris mengakui, sebelumnya memang ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), namun peringatan tersebut disampaikan pada Jumat, bukan pada hari Minggu saat kejadian berlangsung.
“Memang ada peringatan dini BMKG, tetapi itu disampaikan pada hari Jumat, bukan pada hari Minggu,” jelasnya.
Hingga saat ini, kata Haris, BPBD Bulukumba belum menerima penjelasan resmi dari BMKG terkait penyebab pasti fenomena angin kencang tersebut.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca saat ini dinilai sulit diprediksi.
“Sekarang cuaca sulit diprediksi. Kami berharap masyarakat selalu waspada dan segera mencari titik aman jika cuaca tiba-tiba memburuk,” ujarnya.
Sementara itu, warga Bulukumba berharap BPBD lebih aktif menyampaikan informasi dan perkembangan cuaca kepada masyarakat.
Salah seorang warga Bulukumpa, Rahmatullah, meminta BPBD rutin memberikan pembaruan informasi, terutama saat kondisi cuaca buruk.
“Kami minta BPBD aktif menyampaikan update perkembangan cuaca kepada masyarakat luas,” kata Rahmatullah.
Ia juga menyarankan agar BPBD memanfaatkan saluran media sosial untuk menyampaikan informasi cuaca secara berkala, minimal setiap satu jam, terutama ketika terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/CUACA-bulukumba-2026-6.jpg)