Cuaca Ekstrem di Bulukumba
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Nelayan Bulukumba Sulsel Diparkir
Ratusan kapal nelayan Bulukumba diparkir akibat ombak 4 meter dan angin kencang.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Ratusan kapal nelayan Bulukumba terpaksa diparkir di bibir pantai dan Dermaga Bentenge akibat cuaca buruk. Ombak mencapai 3–4 meter dengan angin 12 knot membuat nelayan tak berani melaut.
- Pantauan TribunBulukumba.com, kapal-kapal ditambatkan tanpa nahkoda maupun ABK. Sebagian nelayan mencari pekerjaan lain atau menyiapkan budidaya rumput laut. BPBD mengimbau warga waspada.
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU – Ratusan kapal nelayan berjejer di sepanjang garis pantai Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan hingga Dermaga Bentenge.
Kapal-kapal itu terpaksa diparkir akibat cuaca buruk.
Ketinggian ombak di tengah laut mencapai 3-4 meter dengan kecepatan angin 12 knot.
“Kami tidak melaut karena cuaca mulai buruk,” kata nelayan Asfar sembari menimba air di kapalnya di Dermaga Bentenge, Senin (24/11/2025).
Ia mengungkap, nelayan Bulukumba tak berani melaut jauh karena cuaca ekstrem sulit diprediksi.
Tadi siang, puluhan nelayan nyaris mengalami kecelakaan laut akibat angin tiba-tiba bertiup kencang.
“Kami nyaris kehilangan kendali setelah angin kencang terjang kapal saat berada di laut perbatasan Bulukumba–Bantaeng,” ujarnya.
Melihat kondisi itu, para nelayan memilih kembali ke tepi pantai dan berlabuh.
Pantauan TribunBulukumba.com, ratusan kapal nelayan ditambatkan di bibir pantai dan Dermaga Bentenge.
Kapal kecil maupun besar sebagian besar tidak dijumpai nahkoda dan anak buah kapal karena mereka pulang ke rumah.
Sebagian nelayan mencari pekerjaan lain, ada pula yang mempersiapkan budidaya rumput laut.
Mereka memperkirakan cuaca buruk akan melanda perairan Bulukumba–Selayar hingga lima bulan ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bulukumba, Abd Haris, menyebut di awal musim hujan perubahan cuaca sangat cepat.
“Kadang ada cuaca buruk tidak terbaca oleh sistem pengidentifikasi cuaca,” katanya pada tribunbulukumba.com.
Ia mengimbau masyarakat, baik di darat maupun di laut, agar ekstra hati-hati.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah rumah di Bulukumba rusak diterjang angin puting beliung.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202511-24-nelayan-bulukumba1.jpg)