Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penemuan Granat

Heboh Granat Aktif di Pekarangan BPN Makassar, Diledakkan di Tanjung Bunga

Proses peledakan atau dalam istilah Gegana dikenal dengan sebutan disposal di area kosong di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
GRANAT AKTIF - Danden Gegana Brimob Polda Sulsel Kompol Mansur dan proses disposal atau peledakan granat di Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Granat nanas ditemukan di belakang kantor BPN Makassar, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar,. 

Granat nanas ditemukan di dalam pekarangan kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026).

Granat berwarna hijau army itu ditemukan di pekarangan belakang kantor BPN.

Tepatnya di dalam tong sampah yang berada di depan masjid dekat pintu belakang kantor.

Pantauan Tribun pukul 12.27 WITA, granat tersebut sudah tidak berada di lokasi.

“Sekitar pukul 11.47 Wita tadi dibawa sama Gegana Brimob,” kata sekuriti BPN Makassar yang ditemui di lokasi, Ahmad Awaluddin.

Ahmad Awaluddin mengatakan awal mula temuan granat itu diketahui sekitar pukul 08.48 Wita.

“Awalnya ada petugas sampah pungut sampah dari dalam tong, lalu tumpah. Dilihatlah itu granat, bentuk nanas,” ujarnya.

Petugas sampah itu kemudian melapor ke Ahmad Awaluddin yang sementara berjaga di pos pintu belakang.

“Setelah itu saya amankan barangnya, lalu saya melapor di grup dan tim BPN melapor ke Brimob,” sebutnya.

SOP Penanganan Granat Aktif

Penanganan granat aktif oleh Korps Brimob Polri dilakukan melalui prosedur ketat sesuai standar operasional (SOP) guna mencegah risiko ledakan dan melindungi masyarakat.

Tahapan pertama dimulai dari penerimaan laporan masyarakat terkait temuan benda mencurigakan yang diduga granat.

Setelah itu, tim penjinak bom (Jibom) dari satuan Gegana segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal.

Petugas kemudian melakukan sterilisasi area dengan memasang garis pengaman dan menjauhkan warga dari titik temuan.

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi yang berpotensi terdampak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved