Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelajar Tenggelam Di Parepare

Hari Kedua, Pencarian Muh Ikmar di Laut Parepare Melibatkan Drone dan Perahu Karet

Operasi pencarian Muh Ikmar (17) memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga ke laut lepas.

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
PENCARIAN KORBAN TENGGELAM -  Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Minggu (11/1/2026). Tim memperluas area pencarian hingga menggunakan drone. 

Ringkasan Berita:
  • Pencarian pelajar SMK bernama Muh Ikmar (17) yang tenggelam di Pantai Lumpue, Parepare, berlanjut ke hari kedua, Minggu (11/1/2026). 
  • Tim SAR gabungan menyisir laut dan pesisir menggunakan perahu karet, sekoci, serta drone. 
  • Area pencarian diperluas hingga dua kilometer ke arah Barru dan dua nautical mile ke laut. 
  • Kendala utama berupa gelombang setinggi 2,5 meter.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE – Gelombang laut setinggi 2,5 meter menjadi tantangan utama pencarian Muh Ikmar (17) di Pantai Lumpue, Parepare, Sulawesi Selatan, pada hari kedua operasi, Minggu (11/1/2026).

Pemantauan udara dilakukan menggunakan drone di tengah gelombang laut setinggi 2,5 meter.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, tim SAR dari Basarnas, BPBD Kota Parepare, Polairud, TNI AL terus melakukan penyisiran di area Laut Lumpue.

Kondisi cuaca dan arus laut di sekitar perairan Pantai Lumpue menjadi faktor krusial dalam operasi pencarian kali ini.

Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim mengatakan, di hari kedua ini pihaknya memaksimalkan sejumlah alat utama untuk membantu proses pencarian.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pelajar SMK Tenggelam di Lumpue Parepare, 1 Selamat 1 Hilang

Di antaranya:

Tiga perahu karet dan satu sekoci untuk menyisir laut Lumpue.

"Untuk perkembangan pencarian hari kedua korban tenggelam di Pantai Lumpue, kami maksimalkan beberapa alut (alat utama), dengan mengerahkan perahu karet dari Basarnas, BPBD dan Pos Angkatan Laut, ada juga sekoci Polairud," katanya kepada Tribun-Timur.com.

"Kami juga menggunakan drone TNI AL untuk melakukan pemantauan udara," lanjutnya.

Agus mengungkapkan, pihaknya juga memperluas area pencarian korban di wilayah pesisir sejauh 2 kilo meter (Km) menuju Kabupaten Barru.

Kemudian, 2 nautical mile laut perairan Lumpue Parepare.

"Kami bagi lima untuk area pencarian, di pesisir Pantai Lumpue mengarah ke Barru sejauh 2 Km. Kemudian perahu karet melakukan penyisiran kurang lebih 2 nautical mile laut," ungkapnya.

Dia juga mengutarakan, kendala dialami tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban di hari kedua ini yakni tingginya gelombang laut.

"Kendala kami gelombang masing sangat cukup tinggi dengan ketinggian 2,5 meter, tapi cuaca hari ini cerah," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved