Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kapal Hilang Kontak

Basarnas Sisir Selat Makassar Cari Ambulans Laut Hilang Kontak

Ambulans laut rute Pulau Tinggalungan–Dewakkang hilang kontak. Basarnas sisir sisi barat Selat Makassar, diduga terbawa arus ke arah Pulau Jawa.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
Basarnas Makassar  
PENCARIAN AMBULANS LAUT – Petugas SAR menggunakan teleskop mencari keberadaan kapal ambulans laut yang hilang kontak di Selat Makassar menggunakan Kapal Kamajaya, Jumat (17/10/2025). Basarnas sisir sisi barat Selat Makassar, diduga terbawa arus ke arah Pulau Jawa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Keberadaan ambulans laut hilang kontak saat berlayar dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakkang, Kabupaten Pangkep, masih misterius.

Memasuki hari keempat pencarian, Tim Basarnas Makassar belum menemukan kapal tersebut.

Kapal diawaki M Tahir (65), didampingi Najamuddin (55) dan Hasri (60), hilang kontak saat berlayar Senin (13/10/2025).

Laporan baru masuk ke Tim SAR dari anak M Tahir, Edi Tahir, pada Selasa (14/10/2025).

Ia melaporkan kapal berkapasitas 18 orang itu hilang setelah melebihi estimasi waktu perjalanan.

Jarak Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang sekitar 110 mil, dengan waktu tempuh normal 8 jam.

“Untuk sampai saat ini kami masih mencari,” ujar Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, Jumat (17/10/2025).

Andi Sultan menuturkan, pencarian diperluas ke arah barat Selat Makassar.

“Saat ini kita melakukan pencarian di sebelah barat, memperluas pencarian di jalur LKK (Laporan Kecelakaan Kapal),” ujarnya.

Keputusan itu diambil setelah mempelajari kemungkinan matinya mesin kapal.

Jika mesin mati, kapal diduga terbawa arus ke arah laut Pulau Jawa.

Baca juga: Kronologi dan Spesifikasi Ambulans Laut Hilang Kontak di Selat Makassar

“Kalau kita prediksikan dia mati mesin, berarti ada yang menarik ke barat,” terang Andi Sultan.

Petugas SAR juga menyebarkan informasi kehilangan kapal ke kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran, berharap ada melihat kapal berwarna putih dengan panjang 16 meter dan lebar 2,40 meter.

“Kami broadcast informasi, apabila menemukan kapal seperti ini mohon melaporkan kepada kami. Sampai saat ini belum ada yang melihat posisi kapal,” sebutnya.

Selain kapal Basarnas Kamajaya, sejumlah kapal nelayan dan Polairud turut membantu pencarian.

Namun, belum ada petunjuk atau tanda keberadaan kapal.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda. Teman-teman sudah dua malam bermalam di sana, tapi belum ada informasi,” tuturnya.

Kronologi

Ambulans laut berpenumpang tiga orang ini memulai pelayaran dari Pulau Tinggalungan pada Senin (13/10/2025) pukul 07.00 Wita.

Kapal diawaki M Tahir, Najamuddin, dan Hasri, pekerja kapal di Pulau Tinggalungan.

Menurut Edi Tahir, dengan kecepatan 10 knot, kapal seharusnya tiba di Pulau Dewakkang pukul 15.00 Wita.

“Larinya itu kapal kecepatan 10 knot. Jadi seharusnya tiba di sana jam 3 sore,” kata Edi, Rabu (15/10/2025) malam.

Meski demikian, Edi belum langsung melapor ke Basarnas, berharap kapal tiba malam hari. Namun, hingga Selasa pagi, kapal belum juga tiba.

“Saya berkira-kira, kalau tidak sampai jam 5 sore, saya laporkan. Jadi jam 5 kemarin baru saya melapor,” ujarnya.

Informasi sementara dari Basarnas, Tim SAR berlabuh di sekitar Pulau Dewakkang Ca'di. Namun, belum ada tanda keberadaan kapal.

“Basarnas mengupayakan pelajari dulu arusnya setiap 6 jam. Besok pagi lanjut lagi,” sebut Edi.

Ia berharap ambulans laut segera ditemukan dan awaknya selamat.

Ambulans laut yang rencananya ditempatkan di Pulau Dewakkang mulai dibangun Februari 2024 dan diluncurkan akhir September 2025.

Kapal berwarna putih itu baru dibawa ke Pulau Dewakkang pada Senin karena menunggu cuaca teduh.

Kapal berpenggerak mesin enam silinder ini mampu menampung 18 penumpang. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved