Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alasan Keselamatan ASDP Bone Perbaiki Dermaga Bajoe

General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menegaskan bahwa pengalihan lintasan penyeberangan Bajoe–Kolaka bersifat sementara.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
ASDP BAJOE - General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Bone, Anom Sedayu (kanan) didampingi Manager Usaha ASDP Bajoe, Dedy Rusdianto saat ditemui, Kamis (26/3/2026). Penyeberangan dialihkan, ASDP Bone pastikan UMKM tetap bisa berjualan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe memastikan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), tetap berjalan meski terjadi penyesuaian operasional penyeberangan.

Penyesuaian tersebut dilakukan seiring rencana perbaikan Dermaga Movable Bridge (MB) yang menjadi fasilitas utama sandaran kapal di Pelabuhan Bajoe.

General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menegaskan bahwa pengalihan lintasan penyeberangan Bajoe–Kolaka bersifat sementara dan bukan penutupan permanen.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jasa sekaligus memastikan layanan penyeberangan tetap berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026). 

Baca juga: 35 CCTV Awasi Mudik Lebaran Lewat Pelabuhan Bajoe-Kolaka

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen teknis oleh konsultan independen, kondisi struktur Dermaga MB mengalami penurunan sehingga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.

Selain itu, Dermaga 2 atau plengsengan juga mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak layak digunakan karena berisiko terhadap keselamatan.

Meski demikian, ASDP memastikan area pelabuhan tetap dibuka bagi masyarakat, dengan pembatasan hanya pada zona yang terdampak pekerjaan konstruksi.

“Aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan pelabuhan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat lokal, ASDP Cabang Bajoe turut memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap bisa berjualan di area komersial pelabuhan.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan ekonomi warga yang selama ini bergantung pada aktivitas penyeberangan.

Tak hanya itu, ASDP juga mendorong agar kegiatan seni dan budaya tetap berlangsung selama masa penyesuaian operasional.

Dengan demikian, suasana pelabuhan tetap hidup dan menjadi ruang interaksi bagi masyarakat.

Adapun layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka untuk sementara dialihkan melalui Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo, hingga proses perbaikan dermaga selesai.

Manager Usaha ASDP Bajoe, Dedy Rusdianto menegaskan, setelah rehabilitasi rampung, layanan penyeberangan akan kembali normal seperti semula.

“Kami mengajak masyarakat melihat langkah ini sebagai investasi keselamatan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” tutupnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved