Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Air Bersih Bone Andalkan Sungai Walanae, Andi Asman Sulaiman Minta Warga Jaga Kebersihan

Sungai Walanae menjadi sumber utama air baku yang akan diolah menjadi air layak konsumsi bagi masyarakat Bone.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
AIR BERSIH - Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, saat ditemui, Jumat (13/2/2026). Proyek air bersih Bone andalkan Sungai Walanae, Pemerintah minta warga jaga kebersihan sungai.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Pemerintah Kabupaten Bone resmi menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui investasi awal senilai Rp200 miliar. 

Dalam proyek besar ini, Sungai Walanae menjadi sumber utama air baku yang akan diolah menjadi air layak konsumsi bagi masyarakat.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan SPAM bukan hanya soal menghadirkan infrastruktur air bersih, tetapi juga memastikan keberlanjutan debit air melalui pelestarian lingkungan. 

Penurunan debit air yang terjadi beberapa tahun terakhir menjadi alarm penting bagi pemerintah agar lebih serius menjaga ekosistem sungai.

Saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Bone di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang yang berhadapan langsung dengan Lapangan Merdeka Bone, Andi Asman terlihat mengenakan baju batik lengan pendek, celana hitam, dan sepatu hitam. 

Baca juga: Nakes Bone Bantu Puluhan Warga Kurang Mampu Bayar BPJS, Minta Identitas Dirahasiakan

Dengan gaya yang tenang namun tegas, ia kembali menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan proyek SPAM.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kita ingin infrastruktur ini berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam. Jangan sampai pipanya ada, tapi debit airnya terus berkurang,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Proyek yang melibatkan PT Biosant Tirta Lestari ini menggunakan teknologi modern untuk memurnikan air Sungai Walanae agar dapat diolah menjadi air bersih setara standar PDAM. 

Perusahaan tersebut sebelumnya telah mengerjakan proyek serupa di Lhokseumawe, dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bone, Dray Vibrianto, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kondisi Sungai Walanae. 

Ia menegaskan bahwa teknologi pengolahan air tidak akan optimal apabila kualitas air baku terus menurun akibat pencemaran.

“Air Sungai Walanae akan diolah melalui sistem intake modern. Namun tetap, menjaga sungai tetap bersih adalah tanggung jawab bersama. Banyak masyarakat masih mengandalkan sungai untuk MCK dan pertanian,” jelasnya.

Dray menambahkan bahwa pemerintah juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai serta menggiatkan penghijauan di hulu sungai. 

Menurutnya, kesadaran lingkungan menjadi faktor kunci menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.

Dengan pembangunan SPAM ini, layanan air bersih di Bone direncanakan akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan, sehingga mampu meningkatkan jumlah pelanggan dan memperkuat ketahanan air daerah. 

Pemerintah berharap masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Walanae sebagai sumber kehidupan bersama.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved