Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bullying di Bone, Korban Trauma Meski Sudah Berdamai

Siswi SMAN 1 Bone pingsan usai diduga dibully temannya. Pihak sekolah sebut kasus sudah damai, orangtua korban minta langkah tegas…

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
iStock
KASUS BULLYING - Ilustrasi kasus bullying. Siswi SMAN 1 Bone sempat pingsan usai diduga dibully temannya. Pihak sekolah menyebut kasus telah diselesaikan secara damai. (Meta Al/5/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan bullying terjadi di SMAN 1 Bone, Sulsel
  • Siswi AAL (16) pingsan usai diduga diinjak-injak temannya saat berebut matras. 
  • Korban sempat dirawat di rumah sakit dan kini pulang dengan kondisi trauma. 
  • Pihak sekolah menyebut kasus telah diselesaikan secara damai, namun orangtua korban berharap ada pembinaan agar peristiwa serupa tidak terulang.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kasus dugaan bullying kembali terjadi di lingkungan sekolah.

Kali ini menimpa seorang siswi SMAN 1 Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), AAL (16), yang sempat pingsan usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri.

Meski begitu, pihak sekolah menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.

Peristiwa terjadi di pekarangan sekolah pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.35 Wita.

AAL dilaporkan pingsan setelah diduga diinjak-injak oleh temannya saat berebut matras.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bone, Muhdar, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menyebut kejadian berawal dari aktivitas bermain antar siswa yang kemudian memicu keributan.

“Iya benar ada kasus bully. Awalnya itu main-main ji, berebut matras. Tapi karena yang laki-laki lebih kuat, digulung i lalu ditindis. Di situ makanya korban sampai harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap Muhdar, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kedua orangtua siswa telah bertemu dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan.

“Sudah damai. Orangtua pelaku bertanggung jawab biaya pengobatan dan bahkan mengantar pulang korban sambil meminta maaf. Jadi sudah selesai secara internal,” tambahnya.

Terpisah, orangtua AAL, Andi Syafri, menyebut putrinya awalnya dilaporkan mengalami kesurupan sebelum akhirnya diketahui bahwa ia menjadi korban bullying.

“Awalnya temannya telepon bilang anakku kesurupan. Tapi pas saya masuk kelasnya, saya dibisiki oleh temannya kalau ternyata anakku dibully. Injak-injak sampai pingsan,” beber Syafri.

AAL kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Menurut dokter, korban sempat mengalami trauma dan kelelahan fisik. Setelah mendapatkan perawatan, AAL kini telah dipulangkan.

“Alhamdulillah sudah keluar dari rumah sakit kemarin malam. Tapi masih harus istirahat karena sempat kaget dan trauma,” tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved