Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BRI

Tanpa Uang Tunai, Guru SMP di Makassar Ini Tetap Lancar Bertransaksi dengan BRImo

Guru SMP 6 Makassar selalu menggunakan QRIS BRI untuk pembayaran setiap hari.

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muh. Hasim Arfah
PEMBAYARAN QRIS- Mulianti, guru SMP, memakai QRIS untuk pembayaran di sebuah warung. Mulianti menggunakan QRIS setiap hari untuk pembayaran. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Pak, saya bayar pakai QRIS, nah!” teriak Mulianti sambil mengangkat ponselnya, mengarahkan layar ke arah penjaga kantin yang sibuk mengatur etalase jualannya. 

Suasana kantin pagi itu masih sangat lengang, belum ada hiruk pikuk siswa yang memadati setiap sudut ruangan. 

Namun Mulianti datang lebih awal, ia baru saja mengikuti upacara Senin di SMP Negeri 6 Makassar, tempatnya mengajar.

Ia butuh sebungkus roti dan air minum untuk mengganjal perutnya sebelum memulai kelas. 

SCAN QRIS- Mulianti, guru SMP, membayar melalui QRIS BRI untuk pembayaran di sebuah warung. Mulianti menyampaikan QRIS mempermudah pembayaran Via QRIS.
SCAN QRIS- Mulianti, guru SMP, membayar melalui QRIS BRI untuk pembayaran di sebuah warung. Mulianti menyampaikan QRIS mempermudah pembayaran Via QRIS. (Tribun-timur.com/Muh Hasim Arfah)

Ia berjalan santai menuju kantin yang berada di kawasan sekolah, ia terlihat tak menenteng tas, dompet atau semacamnya. Hanya ada ponsel di saku baju dinasnya. 

Ia dengan cekatan membuka aplikasi berwarna biru tua khas Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan desain modern dan sederhana.

Di bawah informasi saldo, terdapat deretan menu transaksi seperti transfer, pembayaran, top up, hingga QRIS. 

Anti-sapaannya menekan tombol QRIS yang berada di bagian tengah bawah tampilan BRImo. Kamera ponsel pun langsung aktif, siap memindai kode pembayaran.

Ia mengarahkan ponselnya ke stiker QRIS yang terpasang di sisi kiri lemari pendingin. Dalam hitungan detik, kode berhasil terbaca. Ia memasukkan nominal Rp10 ribu untuk air mineral dan roti yang diambil. 

"Masukmi pak? ", tanyanya meyakinkan penjaga kantin. 

“Iye,” singkat penjaga kantin lalu melemparkan senyuman.

Cara baru bertransaksi dengan memanfaatkan digitalisasi semakin digandrungi masyarakat. Tak terkecuali bagi Mulianti

Berbagai kebutuhan sehari-hari dapat ia temui tanpa harus membawa uang tunai. 

"Proses cepat, transaksi aman, tak perlu tunggu uang kembalian, dibayar sesuai yang dikonsumsi saja," katanya. 

Menurutnya, kebiasaan menggunakan pembayaran digital membuat aktivitasnya menjadi lebih efisien, terutama saat berada di tempat ramai seperti kantin atau pasar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved