Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Optimis Pasar Properti Membaik, Apersi Sulsel Target Bangun 12 Ribu Rumah di 2026

Meskipun realisasi pada tahun 2025 hanya mencapai 6.350 unit dari target 12.000, semangat para pengembang tidak surut. 

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Rudi Salam
PASAR PROPERTI - Ketua DPD Apersi Sulsel, Yasser Latief memberikan sambutan dalam acara Apersi Ramadhan Berbagi dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Sulsel, Kamis (5/3/2026). Apersi Sulsel optimis pasar properti membaik di tahun 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulawesi Selatan (Sulsel) optimis industri properti membaik di tahun 2026. 

Meski situasi ekonomi global masih dinamis, Apersi Sulsel meyakini sektor perumahan akan menjadi penggerak utama roda ekonomi daerah.

Ketua DPD Apersi Sulsel, Yasser Latief, menjelaskan pihaknya menetapkan target pembangunan 12.000 unit rumah untuk tahun 2026. 

Target ini menunjukkan komitmen para pengembang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat Sulsel.

Yasser Latief mengatakan, meskipun realisasi pada tahun 2025 hanya mencapai 6.350 unit dari target 12.000, semangat para pengembang tidak surut. 

Baca juga: Pengusaha Sulsel Yakin Bisnis Properti ‘Cerah’ di Tahun 2026

Ia percaya dengan kolaborasi yang tepat, target 12.000 unit di tahun ini dapat tercapai sepenuhnya.

"Kami tentu tetap optimis (terhadap pasar properti)," kata Yasser Latief, saat ditemui Tribun-Timur.com, sebelum acara Apersi Ramadhan Berbagi di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Sulsel, Kamis (5/3/2026).

Yasser Latief menjelaskan, untuk mencapai target besar tersebut, Apersi Sulsel berharap dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan .

Apersi Sulsel berharap sektor perbankan terus memberikan dukungan finansial yang kuat.

Tujuannya untuk menjaga daya beli konsumen dan mempermudah akses pembiayaan bagi pengembang.

Apersi Sulsel juga rutin melakukan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat melalui DPP Apersi serta pemerintah provinsi untuk menyinkronkan regulasi di lapangan.

Pihaknya juga mendorong 296 anggota Apersi di Sulsel untuk segera mempercepat pelaksanaan proyek pembangunan yang sempat terkendala.

Lebih dari itu, Yasser juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam hal perizinan dan regulasi lahan. 

Ia berharap adanya standarisasi waktu pengurusan izin yang lebih cepat, yakni sekitar satu hingga dua minggu, agar pengembang dapat bekerja lebih efisien.

“Ya kami tentu tetap optimis. Tapi kami juga berharap bahwa ada perbaikan dari sisi regulasi, perbaikan dari sisi perizinan,” kata Yasser.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved