KUR Sulsel Dikuasai Mikro, Ekonom Unhas Ingatkan Industri Menengah Terpinggirkan
Angka itu setara 78,28 persen dari total penyaluran KUR, dengan jumlah debitur 262.941 orang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih didominasi segmen mikro.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat, hingga 31 Desember 2025, KUR Mikro mencapai Rp13,18 triliun.
Angka itu setara 78,28 persen dari total penyaluran KUR, dengan jumlah debitur 262.941 orang.
Sementara KUR Kecil tercatat sebesar Rp3,339 triliun.
Penyaluran KUR Supply Rumah mencapai Rp210 miliar dan Demand Rumah Rp53 miliar.
Adapun KUR Khusus tercatat Rp37 miliar, KUR Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.
Pengamat Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin, Dr Andi M Nur Bau Massepe, menilai dominasi KUR Mikro perlu diimbangi perhatian lebih pada pengembangan industri menengah.
Menurutnya, kebijakan pembiayaan yang terlalu terfokus pada usaha mikro berpotensi menghambat penguatan struktur industri nasional.
Ia menyebut industri menengah, seperti sektor pertanian, tekstil, dan industri pengolahan, justru memiliki peran strategis.
Industri menengah dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah dan nasional.
Namun, sektor ini masih relatif minim mendapat dukungan kebijakan, baik dari pemerintah maupun perbankan.
“Tentu UMKM, khususnya mikro, tetap penting. Tetapi ke depan perlu dipikirkan juga penguatan industri menengah agar struktur ekonomi kita tidak timpang,” kata Andi, Minggu (11/1/2026).
Ia juga menyoroti kebijakan perbankan yang saat ini cenderung diarahkan pada penyaluran KUR, terutama oleh bank-bank Himbara.
Menurutnya, pemerintah perlu mendorong skema pembiayaan yang lebih berimbang agar industri menengah tidak terabaikan.
Penguatan industri menengah, kata dia, bukan untuk mengesampingkan UMKM.
Langkah itu justru penting untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan, khususnya di Sulsel.
Sebelumnya, OJK Sulselbar mencatat hingga 31 Desember 2025, penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp16,83 triliun kepada 283.989 debitur.
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyebut dominasi segmen mikro menandakan efektivitas KUR sebagai penguat ekonomi kerakyatan.
“Penyaluran KUR didominasi oleh segmentasi mikro,” ujarnya.
| Lengkap! Tabel KUR BNI 2026 dari Rp25 Juta hingga Rp500 Juta, Ini Rincian Angsuran Per Bulan |
|
|---|
| 27 Ribu Bidang Tanah di Sulsel Tak Bersertifikat, Didominasi Makassar Disusul Luwu Timur |
|
|---|
| Pesan Nursidah ke Putranya Sebelum Wafat di Tanah Suci: Salat Tepat Waktu, Nak |
|
|---|
| Detik-detik Kepala Ashari Samadikun Ditodong Senjata Perompak Somalia |
|
|---|
| Kesaksian Istri Ashari Samadikun Kapten Kapal Disandera Perompak Somalia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Andi-M-Nur-Bau-Massepe-kur.jpg)