Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Libur Nataru, BI Sulsel Siapkan Uang Tunai Rp3,03 T

BI Sulsel mempredikasi permintaan uang tunai Rp2,2 triliun atau meningkat 15 persen dibanding periode sebelumnya.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM
UANG TUNAI - Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Ricky Satria di Backyard Cafe, Jl Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (26/8/2025) lalu. BI Sulsel menyiapkan stok uang tunai 138 persen dari predikasi permintaan Rp2,2 triliun selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebutuhan uang tunai masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan melonjak selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bank Indonesia (BI) Sulsel mempredikasi permintaan uang tunai Rp2,2 triliun atau meningkat 15 persen dibanding periode sebelumnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Ricky Satria mengatakan mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, BI Sulsel telah menyiapkan stok uang tunai 138 persen dari total proyeksi kebutuhan atau Rp3,036 triliun.  

Ini untuk memastikan kelancaran transaksi tunai selama periode libur panjang Nataru.

Proyeksi tersebut merupakan bagian komitmen Bank Indonesia.

Tujuannya menjaga ketersediaan uang Rupiah berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat. 

“Rata-rata aliran uang keluar (outflow) dari Kantor Perwakilan BI Sulsel selama periode Desember dalam kurun waktu 2020-2024 Rp2,7 triliun,” kata Ricky di Makassar, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi besarnya penyediaan uang tunai selama periode Nataru.

Diantaranya peningkatan belanja dan konsumsi masyarakat dan kebutuhan pengisian stok ATM selama libur panjang.

Ada juga faktor realisasi anggaran proyek pemerintah, serta pencairan bonus perusahaan kepada karyawan.

Baca juga: BI Sulsel: Hilirisasi Pertanian Kunci Penguatan Ekonomi

Disisi lain, tren transaksi non tunai meningkat di 2025.

Khusus transaksi QRIS yang meningkat baik dari sisi volume, nominal, jumlah merchant, dan pengguna.

Volume transaksi QRIS meningkat 138 persen, jumlah pengguna naik 7 persen, dan merchant QRIS naik 26 persen dibandingkan 2024.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Bosowa (Unibos), Lukman mengatakan proyeksi peningkatan kebutuhan uang tunai di Sulsel berdampak positif bagi perputaran ekonomi selama periode Nataru.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved