Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tingkat Kelangsungan Hidup 94,50 persen, Program Transplantasi Karang PT ISMA di Samalona Stabil

Monitoring program transplantasi karang PT ISMA di Pulau Samalona menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 94,50 persen.

Istimewa
REHABILITASI TERUMBU KARANG - Program rehabilitasi terumbu karang yang dijalankan PT Intan Sejahtera Utama (ISMA) di perairan Pulau Samalona menunjukkan capaian positif berdasarkan hasil monitoring periode 6 September hingga 25 November 2025. Hasil monitoring mencatat tingkat kelangsungan hidup absolut mencapai 94,50 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Monitoring PT ISMA mencatat tingkat kelangsungan hidup karang 94,50 persen hingga November 2025.
  • Pertumbuhan fragmen menunjukkan perkembangan stabil, meski ada tekanan lingkungan musiman.
  • ISMA berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Program rehabilitasi terumbu karang yang dijalankan PT Intan Sejahtera Utama (ISMA) di perairan Pulau Samalona menunjukkan capaian positif berdasarkan hasil monitoring periode 6 September hingga 25 November 2025.

Meskipun menghadapi tekanan lingkungan musiman, sebagian besar fragmen karang yang ditransplantasi dinilai mampu beradaptasi dengan baik.

Hasil pemantauan mencatat tingkat kelangsungan hidup absolut mencapai 94,50 persen, menandakan efektivitas metode transplantasi menggunakan media Spyder serta pemeliharaan awal.

Tren penurunan dari angka 97,14 persen pada September menjadi catatan penting terkait risiko adaptasi jangka pendek yang perlu terus diawasi.

Aspek pertumbuhan juga menunjukkan perkembangan yang mendukung. Rata-rata pertambahan panjang fragmen (ΔL) mencapai 0,63 cm, sementara penambahan jumlah cabang (ΔN) mencapai 3,30 cabang.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi perairan masih cukup stabil bagi proses kalsifikasi karang, meski variasi tinggi antarfragmen menunjukkan pengaruh signifikan faktor genetik dan mikro-habitat lokal.

Di sisi lain, kondisi kesehatan karang memperlihatkan kecenderungan penurunan dari Oktober ke November 2025. Monitoring mencatat peningkatan 10 persen pada kategori Karang Mati atau Memutih Parah (CCS 1). 

Hal ini diduga dipicu kombinasi stres termal dan awal musim hujan yang menyebabkan sebagian fragmen lebih rentan gagal melewati fase adaptasi.

Hasil evaluasi menegaskan perlunya intervensi aktif untuk menjaga stabilitas program rehabilitasi, terutama menghadapi dinamika musim serta potensi tekanan dari aktivitas antropogenik. Rekomendasi teknis telah disusun untuk memperkuat ketahanan fragmen dalam fase-fase kritis berikutnya.

Direktur PT ISMA, Muhammad Irfan, menyampaikan apresiasi atas capaian monitoring sekaligus menegaskan komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).

“Kami bangga dengan capaian tingkat kelangsungan hidup 94,50 persen. Angka ini menunjukkan bahwa investasi melalui program TJSL memberikan dampak positif yang terukur bagi lingkungan,” ujarnya.

“PT ISMA berkomitmen mendukung keberlanjutan rehabilitasi terumbu karang ini sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan.” lanjutnya.

Program monitoring akan terus dilanjutkan untuk mengawal efektivitas intervensi dan memperkokoh keberhasilan jangka panjang rehabilitasi ekosistem terumbu karang di Pulau Samalona.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved