Tribun Perbankan
Forum MUFG N0W Tekankan Peran Finansial dalam Transisi Energi Nasional
MUFG dan Danamon gelar MUFG N0W Indonesia 2025. Acara puncak keberlanjutan ini libatkan 3.000 nasabah dan pemangku kepentingan Asia Pasifik.
TRIBUN-TIMUR.COM – Indonesia salah satu pasar utama pembiayaan berbasis ESG di Asia Pasifik.
Pembiayaan berbasis ESG di Asia Pasifik adalah pendekatan pendanaan mempertimbangkan tiga aspek utama.
Ialah lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola (Governance) dalam proses pengambilan keputusan investasi dan kredit.
Tujuannya bukan hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Salah satu perusahaan yang konsen dengan pembiayaan berbasis ESG ialah MUFG Bank, Ltd. dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Mereka terus memperkuat komitmen terhadap transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Simulasi Angsuran KUR BRI 2025, Solusi Pembiayaan UMKM Bunga Rendah
MUFG menargetkan net zero emissions dari operasional pada 2030 dan portofolio pembiayaan pada 2050.
Dalam Rencana Bisnis Jangka Menengah 2024–2026, komitmen pembiayaan keberlanjutan ditingkatkan dari ¥35 triliun menjadi ¥100 triliun pada 2030, setara Rp11 kuadriliun.
Di Indonesia, MUFG berperan dalam penerbitan Blue Bond pertama, Green Bond pertama oleh BUMN, dan Sustainability-Linked Loan pertama untuk pusat data.
MUFG juga memperkenalkan pembiayaan perdagangan berkelanjutan dan deposito berkelanjutan.
Selain sektor keuangan, MUFG mendukung pengembangan ekosistem digital sebagai elemen penting inklusi sosial.
Garuda Fund, hasil kolaborasi MUFG Innovation Partners dan Danamon, telah berinvestasi pada startup insurtech lokal.
Sebagai anggota Grup MUFG, Danamon menjalankan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang berfokus pada lima pilar.
Antara lain, tata kelola, peningkatan kapasitas, pembiayaan berkelanjutan, tempat kerja bertanggung jawab, dan CSR.
Hingga akhir 2024, investasi Danamon pada obligasi hijau, sosial, dan infrastruktur mencapai 27,2 persen dari total portofolio.
| Kredit Perbankan Sulsel Awal 2026 Capai Rp173,03 Triliun, Makassar Dominasi Penyaluran |
|
|---|
| Laba Naik 13 Persen, Pembiayaan BTPN Syariah Tembus Rp10,35 Triliun |
|
|---|
| DPK Tumbuh 16 Persen, Laba Danamon di 2025 Capai Rp4 Triliun |
|
|---|
| Proteksi Prima Berkah, Perlindungan Jiwa Berbasis Syariah Jangka Panjang |
|
|---|
| UMKM Biringkanaya Dapat Pendampingan dari Bank Papua Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-14-daisuke.jpg)