Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karang Taruna Desa Pattappa di Barru Ubah Batu Jadi Aneka Kerajinan Tangan

Karang Taruna Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mengolah berbagai jenis batuan

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Edi Sumardi
KERAJINAN BATU - Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pattappa, Hasnawati (kiri) bersama anggota Karang Taruna Desa Pattappa menunjukkan aneka cenderamata yang dibuat dari batuan alam di Kantor Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Selasa (26/11/2025). Hasil kerajinan tangan itu dijual mulai Rp 5 ribu, tapi masih terkendala pemasaran. 

Ringkasan Berita:Karang Taruna Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mengolah berbagai jenis batuan agar bernilai ekonomi tinggi.
 
Di tangan kreatif mereka, batu mangan, batu pasir pejal, dan batu kerikil dibuat jadi aneka cenderamata dan barang serbaguna.
 
Batu-batu alam tersebut dibuat jadi cenderamata dengan cara diberi epoxy resin, bahan kimia cair yang ketika dicampur dengan pengeras (hardener), akan mengeras menjadi material padat, kuat, dan tahan lama.

 

BARRU, TRIBUN-TIMUR.COM - Karang Taruna Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mengolah berbagai jenis batuan agar bernilai ekonomi tinggi.

Di tangan kreatif mereka, batu mangan, batu pasir pejal, dan batu kerikil dibuat jadi aneka cenderamata dan barang serbaguna.

Batu-batu alam tersebut dibuat jadi cenderamata dengan cara diberi epoxy resin, bahan kimia cair yang ketika dicampur dengan pengeras (hardener), akan mengeras menjadi material padat, kuat, dan tahan lama.

"Ada gantungan kunci, sisir, asbak, bros. Sudah ada juga tempat Alquran," kata Kepala Desa Pattappa, Mansur memperlihatkan aneka cenderamata yang dikeluarkan dari kantong plastik putih, di Kantor Desa Pattappa, Selasa (26/11/2025).

Bros dijual seharga Rp 5 ribu, gantungan kunci Rp 7 ribu, dan asbak Rp 40 ribu.

Karang Taruna Desa Pattappa membuat aneka kerajinan tangan dari aneka batuan yang didapatkan langsung di desa, setelah mendapatkan bimbingan buah dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Teknik Pertambangan pada Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Nur Asmiani dan Alfian.

Bahkan, dari program tersebut, karang taruna mendapat hibah mesin pemotong dan poles batuan.

Namun, mesin tersebut belum bisa dioperasikan sepenuhnya karena terkendala daya listrik.

Desa Patttappa yang berada di dataran tinggi Barru memiliki banyak jenis batuan, utamanya batu mangan dan batu pejal.

Batu mangan merupakan batuan alami yang mengandung mangan dalam konsentrasi tinggi dan merupakan bahan baku utama pembuatan baja dan baterai, serta digunakan dalam industri kimia, pertanian, dan pengolahan air.

Sementara, batu pejal adalah batu padat, keras, dan tidak berongga.

Di Sulsel, banyak digunakan untuk membuat ulekan (cobek), batu nisan, dudukan tiang rumah panggung, dan ornamen.

"Kami sudah bisa membuat berbagai produk dari desa ini, tapi jadi kendala sekarang adalah bagaimana memasarkannya. Makanya, kami meminta bantuan fasilitasi," kata Mansur bersama dengan sejumlah anggota karang taruna.

Mansur merupakan lulusan program Diploma III (D3) di bidang perpustakaan.

Dia menjabat kepala desa di desa yang mayoritas warganya menggarap kebun/ladang.

Membuat kerajinan dari batu-batuan menjadi usaha sampingan warga desa, utamanya anggota Karang Taruna.

Kini mereka butuh perhatian dari Pemkab Barru untuk promosi produk desa dan pemasarannya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved