Beautiful Malino 2025
Mengenal Tradisi Padekko Meriahkan Beautiful Malino 2025
Padekko adalah tradisi warga dalam pesta panen dengan menumbuk padi muda.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-GOWA.COM - Padekko adalah salah satu tradisi budaya di kalangan masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Padekko adalah tradisi warga dalam pesta panen dengan menumbuk padi muda.
Padekko disebut sebagai tanda kesyukuran atas hasil panen masyarakat
Diperagakan oleh sejumlah perempuan, depan lesung. Mereka lalu memukul padi di lesung dengan kayu.
Tabuhan kayu beradu menghasilkan musik alami.
Tradisi Padekko dan Barutu ini jadi salah satu agenda dan ditampilkan untuk melestarikan budaya kearifan lokal pada Event Beautiful Malino.
Pegelarannya berlokasi depan Paddekko dan Barutu di Pattiroang Cafe & Resto, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kamis (10/7/2025)
Bupati Gowa, Husniah Talenrang berharap festival tersebut bisa terus dilaksanakan dan dikemas lebih menarik agar semakin banyak kecamatan yang ikut.
Sehingga kebiasaan paddekko ini bisa terus dijaga.
“Saya yakin paddekko bukan hanya di lima kecamatan, tapi masih ada kecamatan lain yang mungkin menggunakan cara ini. Saran kami agar lebih menarik bisa tampilkan budaya di Gowa. Terima kasih juga telah mempertahankan dan menumbuhkan budaya di Gowa,” jelasnya.
Dia menilai festival seperti ini sangat baik dilaksanakan. Khususnya dalam menjaga dan mempertahankan tradisi di Gowa.
Salah satunya ialah paddekko yang sering digunakan saat memasuki musim panen pada zaman dahulu.
“Tentu Pemerintah Kabupaten Gowa sangat mendukung festival ini. Tugas kita adalah mengembangkan kebudayaan kita seperti paddekko agar tidak punah. Karena di zaman sekarang yang sudah instan dan menggunakan mesin, maka jarang masyarakat menggunakan cara ini,” ungkapnya.
Sekretaris Camat Tinggimoncong, Muh Anzhary Haris mengatakan festival ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari sembilan tim tersebar di lima kecamatan.
“Festival Paddekko adalah kegiatan tahunan di Kelurahan Bulutana ini dan bekerjasama dengan Pattiroang Cafe. Semoga kedepan bisa terus kita laksanakan dan semakin banyak yang ikut terlibat,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kasatpol PP, Camat Tinggimoncong dan lainnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
| 120 Ribu Pengunjung Beautiful Malino Selama Lima Hari, Perputaran Uang Capai Miliaran Rupiah |
|
|---|
| Ribuan Pengunjung Padati Hutan Pinus, Macet Jadi Ciri Khas Beautiful Malino: Ya Di Situ Serunya! |
|
|---|
| Husniah Talenrang Optimistis Hari Terakhir Beautiful Malino Pecah Lagi |
|
|---|
| Malam Minggu di Beautiful Malino, Ribuan Wisatawan Lintas Pulau Antre Demi Nonton Konser |
|
|---|
| Busana Empat Etnis dan Digitalisasi Warnai Fashion Carnaval Beautiful Malino 2025 di Gowa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/husniah-talenrang-2025-5555.jpg)