Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Buruk

Cuaca Buruk, Murid SD dan Siswa SMP di Makassar Diimbau Belajar dari Rumah

Imbauan tersebut dikeluarkan Disdik mengingat cuaca buruk melanda Makassar, sejumlah fasilitas pendidikan juga tergenang banjir. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin. (Dok Tribun timur)  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengeluarkan imbauan belajar dari rumah bagi pelajar PAUD, SD dan SMP, khususnya sekolah yang tergenang banjir.

Imbauan tersebut dikeluarkan Disdik mengingat cuaca buruk melanda Makassar, sejumlah fasilitas pendidikan juga tergenang banjir. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin menyampaikan, berdasarkan laporan dari kepala sekolah, puluhan sekolah tergenang banjir pada Minggu (15/12/2024) kemarin. 

Ada yang banjir di halaman sekolah, ada pula yang merengsek masuk ke ruang-ruang kelas. 

Selain sekolah yang memang langganan banjir, berberapa sekolah yang berlokasi dekat dari pantai juga terkena dampak. 

"Kemarin luar biasa rata-rata sekolah masuk air, kalau SMP 19 kemarin sangat luar biasa juga dengan SMP 26, itu sudah setiap tahun, tapi yang lain menyeluruh rata. Apa lagi sekolah di daerah dekat pantai," ucap Muhyiddin, Senin (16/12/2024). 

Selain itu, sekolah yang ada di wilayah kepulauan juga mengalami dampak dari cuaca buruk. 

Bukan tergenang air, melainkan pagar sekolah ambruk. 

"Puluhan lebih sekolah tergenang air rata rata semua tergenang. Kalau di pulau tidak tergenang tetapi pagarnya, SD Baranglompo itu pagar tembok sekolah, itu yang rubuh," ungkapnya. 

Karenanya, imbauan sekolah dari rumah ini menjadi salah satu upaya Disdik untuk menjaga keselamatan para siswa. 

Sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca, Muhyiddin meminta kepala sekolah agar memantau terus sekolahnya dan memberikan laporan setiap saat.

Dinas Pendidikan juga membuat posko siaga menyikapi cuaca buruk ini. 

Begitu juga dengan seluruh sekolah diharapkan membentuk posko untuk melaporkan kondisi dan perkembangan di sekolah masing-masing. 

"Tujuan posko ini untuk melaporkan setiap kondisi sekolah karena sekarang tidak bisa diprediksi (banjir)," ujarnya.

Untungnya kata mantan Kepala Dinas Sosial Makassar ini, aktivitas belajar peserta didik di sekolah sudah memasuki pekan terakhir. 

Setelah itu, peserta didik akan libur sekolah hingga awal tahun 2025.

Kendati begitu, Muhyiddin berharap agar orang tua terus memantau aktivitas anaknya agar terhindar dari bahaya dan potensi bencana di musim hujan. (*) 


 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved