Industri Film di Makassar Mulai Menggeliat
Industri perfilman di Kota Makassar menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film Makassar yang bermunculan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Industri perfilman di Kota Makassar menggeliat.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film Makassar yang bermunculan.
Terbaru, ada Film Mappacci yang disutradarai oleh Andi Burhamzah.
Film Mappacci tayang di bioskop sejak Kamis (24/8/2023) lalu.
Per Selasa (29/8/2023), film yang diproduksi tahun 2019 itu sudah dinonton lebih dari 110 ribu penonton.
Sebelum Film Mappacci, Film Uang Panai karya Halim Gani Safia juga telah sukses pada 2016 lalu.
Ada juga film Silariang pada 2017 hingga Maipa Deapati Datu Museng pada 2018.
Sutradara Film Mappacci, Andi Burhamzah menceritakan, untuk film Mappacci dibuat karena kedekatannya dengan budaya Makassar.
“Saya sebagai orang Makassar secara personal, dekat dengan kehidupan dari aspek adat istiadat,” katanya, Rabu (30/8/2023).
Film tersebut juga hadir sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya Mappacci, kepada anak muda.
“Gagasan ini muncul karena sekarang para remaja-remaja nonton drakor, dan tidak mengenal jati dirinya," kata Andi Burhamzah.
"Ini kita buat agar semua orang tertarik, remaja hingga orang tua. Tetap kita buat aspek cerita yang dramatik,” jelasnya.
Film Mappacci sendiri dibuat sebelum pandemi, tepatnya pada tahun 2019.
Burhamzah mengaku membutuhkan proses waktu syuting selama 31 hari dan editing 5 bulan.
“Diproduksi sebelum pandemi, 2019. Kita melihat situasi aman, kita harapkan ini film jadi besar. Syuting Makassar, Maros, dan Gowa,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Industri-Film-di-Makassar-Mulai-Menggeliat.jpg)