Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Industri Film di Makassar Mulai Menggeliat

Industri perfilman di Kota Makassar menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film Makassar yang bermunculan.

|
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Rudi Salam
Gala Premiere Film Mappacci (Malam Pacar) di studio 1 Panakkukang XXI, Makassar, beberapa waktu lalu. Industri film Makassar dinilai mulai menggeliat. 

Dalam proses pembuatan film Mappacci, ia mengaku mengelurkan biaya sebesar Rp3 miliar.

“Kita optimis bisa mencapai terget, supaya kita bisa film Mappacci kedua lagi,” kata Burhamzah.

Lebih lanjut, Burhahamzah menilai, idustri perfilman di Makassar mulai berkembang.

“Pencapaian film bisa dibilang dipengaruhi juga pembiayaannya, karena masyarakat mulai percaya film Makassar, di saat yang saat kepercayan investor mulai terbuka,” tambahnya.

Prosuder film Uang Panai, Amril Nuryan menyebut, untuk industri sendiri, film Makassar belum bisa dikatakan industri.

“Masih embrio, menuju ke level industri iya, tapi tergantung dari stakeholder-nya lagi, apakah mau membawa ekosistem ini menjadi industri atau tidak,” sebeutnya.

Amril mengatakan, banyaknya film yang diproduksi bukan paramater industri, keterlibatan banyak pihak atau vendor yang diharapkan bisa terbentuknya industri, mulai dari Investor, vendor, talent, crew hingga sponsor.

“Kolaborasi aktif antarentitas inilah yang saya harapkan bisa menjadi industri di masa depan,” kata Amril.

Ia juga menilai, keuntungan dalam industri film tergantung distribusi film.

Jika wide distribution, kata dia, konten menarik, keuntungan secara ekonomi juga pasti berpengaruh.

Begitupun sebaliknya, jika konten asal-asalan, promo juga nanggung, bisa jadi filmnya malah merugi.

“Budget produksi (film$ macam-macam, tergantung production value seperti apa yang mau dibuat, kisaran Rp600 juta sampai Rp4 miliar,” sebutnya.

Amril berharap, agar industri film Makassar tetap eksis, bisa ditingkatkan kompetensi crew dan membuka kesempatan seluasnya kepada stakeholder untuk kolaborasi.

“Kalau perlu support pemerintah ada dalam memediasi pelaku industri dan investor,” harap Amril.

Pengamat: Mulai Bergairah

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved