Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Keluhkan Lagi TPA Antang, DLH Makassar Minta Maaf

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala, Makassar dikeluhkan lagi. Bau tidak sedap tercium hingga di Kecamatan Rappocini, Makassar.

|
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Abdul Azis Alimuddin
DOK TRIBUN-TIMUR.COM
TPA Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala, Makassar dikeluhkan lagi.

Bau tidak sedap tercium hingga di Kecamatan Rappocini, Makassar.

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Ferdy Mochtar minta maaf.

Ferdy menyatakan bau itu berasal dari TPA Antang.

Hal itu terjadi karena ada pembukaan jalan di tengah gunung sampah.

"DLH sedang melakukan pembukaan akses jalan yang tertimbun saat musim hujan. Kita masih lakukan pengerukan dan itu menimbulkan bau sangat menyengat," kata Ferdy, Rabu (26/4/2023).

Ia menyatakan akses jalan yang dikeruk untuk memudahkan pembuangan sampah ke arah belakang di mana ketinggian sampah hanya mencapai kisaran 10 meter.

"Jadi tidak terlalu berbahaya melakukan aktivitas pengolahan sampah. Lahannya juga masih tersedia sekira enam hektar," ujarnya.

Ferdy menambahkan, lahan ini masih jadi alternatif pembuangan yang diperkirakan dapat menampung volume sampah sekira satu sampai dua tahun, sambil menunggu tahapan penanganan TPA yang lebih modern melalui teknologi PSEL.

Ferdy menyatakan, di bagian depan TPA, ketinggian sampah mencapai 50 meter dan sangat rawan terjadi longsor.

Sehingga, tentu berbahaya bagi aktivitas pengelolaan TPA terutama pada saat musim hujan.

Selain pengerukan, DLH Makassar juga membenahi saluran Kolam Lindi sepanjang 500 meter.

Pembenahan dilakukan karena saluran Kolam Lindi juga tertimbun sampah selama musim hujan.

Hal ini menyebabkan proses pelarutan dan pembusukan materi yang bisa larut oleh aktivitas mikroba organic dan anorganic setelah terkena air, termasuk air hujan, yang masuk ke dalam tumpukan sampah tidak dapat dilakukan.

"Kolam Lindi sangat penting untuk proses pelarutan air dengan keanekaragaman plankton sehingga potensi pencemaran terhadap air dan tanah bisa diminimalisir terhadap lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved