Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Workshop Uji Kompetensi Apoteker Indonesia

Laporan: Aminullah Staf Fakultas Farmasi Unhas

Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani

 
Laporan: Aminullah Staf Fakultas Farmasi Unhas

 
TRIBUN-TIMUR.COM - Bertempat di Ruang Rapat Fakultas Farmasi Unhas, dilaksanakan workshop Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) selama 2 hari, 13-14 Februari 2015. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si. Selaku ketua PD IAI Sulsel, beliau menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk standarisasi kompetensi tenaga kefarmasian.

‘‘Uji kompetensi apoteker sebagai tolak ukur standar kelulusan secara nasional” tegasnya. Selama ini, belum ada standar soal yang diujikan secara nasional. Masing-masing perguruan tinggi melakukan ujiannya masing-masing sesuai kurikulum yang disepakati dari APTFI. Imbasnya, kualitas lulusan apoteker akan beragam di setiap institusi Farmasi. Saat ini di Indonesia, prodi farmasi sebanyak 84 program dan 26 program yang sudah terakreditasi A dan B.

Kegiatan ini untuk mempersiapkan UKAI secara menyeluruh dan serentak secara nasional tahun 2015. Pada wokrshop ini, dilakukan pelatihan pembuatan soal UKAI. Pada hari 1, peserta dibekali materi prinsip pengembangan soal berupa kaidah dan alur pengembangan soal oleh fasilitator Usmar, S.Si, M.Si., Apt. Dilanjutkan dengan latihan penulisan soal oleh fasilitator Dra. Ermina Pakki, M.Si., Apt.

Peserta di bagi dalam 4 kelompok meliputi basic biomedical sciences, pharmaceutical sciences, clinical pharmacy sciences dan social/behavioral/administratif pharmacy sciences.
Pada hari ke 2, peserta dibekali materi penjelasan blue print uji kompetensi calon lulusan apoteker dan rencana pelaksanaan UKAI nasional oleh fasilitator Dra. Endang Wahjuningsih, M.S, Apt.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki prinsip dasar sebagai bagian integral terhadap sistem ujian di institusi dan untuk menilai pencapaian kompetensi calon lulusan sesuai standar kompetensi dalam rangka memperoleh sertifikasi kompetensi.

Metode uji kompetensi nantinya terbagi dua tahap meliputi (1). Metode CBT (Computer Based Test) untuk menilai kemampuan pengetahuan berupa soal pilihan ganda meliputi 200 item soal dalam 200 menit dan (2). Metode OSCE (Objective Structure Clinical Examination) untuk menilai kemampuan komunikasi dan praktek meliputi 12 station, salah satu tahapnya calon apoteker akan diperhadapkan dengan pasien.

Selaku ketua panitia kegiatan, Muh. Akbar Bahar, S.Si., M.Pharm. Sc., Apt. Menekankan bahwa uji kompetensi apoteker indonesia (UKAI) merupakan upaya yang dilakukan oleh IAI dan APTFI agar mutu lulusan apoteker bisa terstandarisasi sesuai k

ompetensi yang diharapkan. “Menyambut itikad baik ini, maka kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud sebagai upaya untuk mendapatkan soal-soal ujian kompetensi apoteker yang bermutu baik. Kolaborasi dosen dan praktisi di bidang kefarmasian diharapkan mampu menghasilkan soal ujian yang betul-betul bisa menggambarkan kompetensi apoteker yang dibutuhkan masyarakat’’ tegas alumni Universitas Toyama, Jepang ini.

Kegiatan workshop UKAI ini diikuti sekitar 50 peserta yang mewakili perwakilan dosen institusi Farmasi di Makassar; praktisi dibidang kefarmasian dan Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia. Yasir Taba, salah satu peserta yang berasal dari daerah Luwu Utara mengatakan workshop UKAI merupakan seleksi standar bagi para calon apoteker untuk mengetahui komampuan dan keterampilannya sebagai tenaga profesional dibidang kesehatan setelah mendapatkan sertifikat kompetensi. ‘’Calon apoteker yang akan mengabdikan ilmunya ini, harus mendapatkan sertifikat kompetensi dibidangnya” tandasnya. Semoga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved