Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mappatoeroeng Parawansa Wafat

Aliyah Mustika Ilham Kenang Mappaturung Parawansa Sosok Bijak dan Teladan

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melayat ke rumah duka almarhum H. Mappaturung Parawansa

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Dok Humas Wawali Makassar
ALIYAH CIUM TANGAN-Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melayat ke rumah duka almarhum H. Mappaturung Parawansa di Jalan Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sabtu (23/8/2025). Drs H Mappaturung Parawansa Kr Kio, Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sulsel periode 1983–1990, wafat pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.40 WITA. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melayat ke rumah duka almarhum H. Mappaturung Parawansa di Jalan Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/8/2025).

Saat masuk pintu bercorak warna putih ini, keluarga sudah menyambut mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini. 

"Assalamu alaikum," kata Aliyah menyampaikan salam. 

Sesaat kemudian, keluarga Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sulsel periode 1983–1990 ini keluar. 

Saat bersimpuh di depan jenazah Mappaturung Parawansa, Aliyah bertemu mantan Rektor UNM, Prof Paturungi Parawansa. 

Aliyah mencium tangan mantan anggota MPR RI ini. 

Baca juga: Pamong Senior-Ex Sekwilda Sulsel M Parawansa Wafat, Guru Ryas Rasyid-Rafiuddin Hamarung

Paturungi langsung memegang pundak Aliyah. 

Aliyah pun membacakan doa untuk Mappaturung Parawansa

Ada Dosen UMI Ayu Parawansa, putri Paturungi Parawansa, mendampinginya. 

Aliyah hadir untuk menyampaikan duka cita dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai sosok panutan.

Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Semoga almarhum husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucap Aliyah.

Aliyah mengenang almarhum sebagai pribadi ramah, bersahaja, dan peduli terhadap sesama.

“Beliau adalah sosok bijaksana dan banyak memberi teladan bagi keluarga maupun masyarakat,” tambahnya.

Suasana haru menyelimuti rumah duka.

Kerabat, sahabat, dan tokoh masyarakat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Ketika Muhammad Arief Sirajuddin, mertua Aliyah Mustika, jadi bupati Gowa periode 1976-1984. 

Saat itu, Mappaturung adalah sekwilda Sulsel. 

Sosok Mappaturung Parawansa 

Drs H Mappaturung Parawansa Kr Kio, Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sulsel periode 1983–1990, wafat pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.40 WITA.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Departemen Dalam Negeri pada 1990–1994.

Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, tepatnya setelah Masjid Tua Katangka.

Sebagai pejabat pusat, Parawansa dikenal visioner.

Ia tidak hanya membangun sistem birokrasi, tetapi juga menyiapkan kader-kader muda. 

Saat menjabat di Depdagri, ia membawa sejumlah akademisi dan birokrat potensial asal Sulawesi Selatan ke Jakarta, di antaranya Prof. Ryaas Rasyid dan Rafiuddin Hamarung.

Prof. Ryaas Rasyid, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Otonomi Daerah Indonesia, adalah pemikir utama di balik lahirnya UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia sempat menjadi Menteri Negara Otonomi Daerah di era Presiden Abdurrahman Wahid.

MAPPATOEROENG PARAWANSA – Mantan Sekda Sulsel, Mappatoeroeng Parawansa Kr Kio, wafat pada Sabtu (23/8/2025) malam. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Takalar.

 
MAPPATOEROENG PARAWANSA – Mantan Sekda Sulsel, Mappatoeroeng Parawansa Kr Kio, wafat pada Sabtu (23/8/2025) malam. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Takalar.   (ist)

Sementara Rapiuddin Hamarung juga tercatat sebagai salah satu pejabat yang meniti karier di pusat berkat bimbingan Parawansa.

Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta dikenal sebagai pemikir dan perumus desentralisasi serta otonomi daerah di Indonesia.

Peran pentingnya adalah tokoh utama dalam perumusan UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak pelaksanaan otonomi daerah pasca-reformasi.

Rapiuddin Hamarung pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Pinrang dari tahun 1980 hingga 1981.

Kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode Juli 1999 hingga 8 Maret 2000, masa transisi reformasi.

“Beliau ini adalah pamong senior yang memayungi semua pejabat. Beliau adalah teladan di eranya,” kenang Makmur Idrus, mantan Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Minggu (24/8/2025).

Tak hanya Makmur Idrus, Ketua PKB Parepare pernah tinggal di rumahnya Jakarta tahun 90-an. 

"Saya pernah tinggal dirumahnya di Sunter Jakarta. Beliau orang baik dan penuh perhatian. Semoga Allah menempatkanya di sorganya Allah SWT," tulisnya dalam grup WhatsApp, Sahabat PKB.  

Parawansa dikenang bukan hanya sebagai birokrat tinggi, tetapi juga guru bagi generasi pamong yang melahirkan banyak tokoh nasional dari Sulawesi Selatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved