Kongres PDIP di Bali
Mengapa Megawati Larang Keras Peserta Kongres Bawa HP? Rahasia Bocor
Salah satu peserta menuturkan, kongres ini diikuti oleh ketua, sekretaris, bendahara hingga Ketua KSP.
Sosoknya masih menjadi figur sentral dan tak tergantikan di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Pengamat komunikasi politik dari The London School of Public Relations (LSPR), Ari Junaedi, menilai pengukuhan Megawati dalam Kongres menegaskan kepemimpinannya sangat dibutuhkan sebagai perekat soliditas internal partai.
“Terpilihnya Megawati Soekarnoputri dalam forum Kongres PDI-P di Bali seusai pelaksanaan Bimtek anggota parlemen dari fraksi PDI-P dari seluruh Indonesia semakin menunjukkan kalau sosok Megawati menjadi figur yang tak tergantikan di tubuh partai," kata Ari kepada Kompas.com, Jumat (1/8/2025).
"Kehadiran sosok Megawati di tubuh partai berlambang kepala banteng ini begitu sentral dan menjadi perekat soliditas di PDI-P," tambahnya.
Menurutnya, bukan berarti PDI-P kekurangan kader potensial.
Tokoh-tokoh seperti Puan Maharani, Prananda Prabowo, Ganjar Pranowo, hingga Ahmad Baskara dinilai memiliki kapasitas.
Namun, Megawati tetap menjadi simbol kekuatan dan pemersatu partai.
“Bukan karena tidak ada sosok lain yang mumpuni di partai seperti Puan Maharani, Prananda Prabowo, Ganjar Pranowo, Ahmad Baskara, dan lain-lain, tetapi kehadiran Megawati masih dianggap sebagai pemersatu partai," nilai Ari.
Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute itu juga menilai Megawati adalah satu-satunya tokoh senior masih aktif secara politik dengan rekam jejak panjang.
Mulai dari ketua DPC, anggota DPR, hingga menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden RI.
“Soal kapan Megawati akan mundur, yang bisa menjawab hanyalah Megawati sendiri. Kapan hendak pensiun dan menjadi sabdo pandita, tentu Megawati sendiri yang tahu," ucapnya.
"Tetapi saya memahami Megawati pasti punya feeling politik yang tajam bahwa kehadirannya masih dibutuhkan oleh kader hingga kini," sambung Ari.
Meski demikian, Ari meyakini bahwa Megawati sudah memikirkan proses transisi kepemimpinan di internal PDI-P.
Keterlibatan kader-kader muda dalam kepengurusan dianggap sebagai cara Megawati mempersiapkan masa depan partai.
“Megawati tahu black and white dalam politik, sehingga dia ingin mewarisi partai yang dibangunnya untuk bisa menjawab tantangan zaman," kata Ari.
"Dia melibatkan anak-anak muda dalam kepengurusan sebagai cara dia mempersiapkan kendali kepemimpinan partai kepada kader terpilih nantinya," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com / Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KONGRES-PDIP-Presiden-kelima-RI-sekaligus.jpg)