Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PGRI

Dr Pantja Nur Wahidin: Dari Guru Matematika ke Garda Depan PGRI Makassar

Dr Pantja Nur Wahidin SPd MPd resmi memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar untuk masa bakti 2025–2030.

Editor: Muh Hasim Arfah
Dok Pribadi Pantja
KETUA PGRI MAKASSAR-Dr Pantja Nur Wahidin SPd MPd resmi memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar untuk masa bakti 2025–2030 pada Konferensi PGRI Kota Makassar di Hotel Arya Duta, Sabtu (5/7/2025). Ia menggantikan Drs Suarman yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Di tengah riuh rendah dunia pendidikan yang terus berubah, sosok satu ini melangkah tenang namun pasti. 

Ia bukan pendatang baru. 

Di ruang-ruang kelas, ruang birokrasi, hingga gelanggang organisasi profesi, namanya sudah lama bergaung. 

Kini, Dr Pantja Nur Wahidin SPd MPd resmi berada di garda depan, memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar untuk masa bakti 2025–2030.

Pemilihannya berlangsung dalam suasana penuh semangat di dua hotel ternama di Makassar—Hotel Yasmin dan Arya Duta—pada 4 hingga 5 Juli 2025.

Konferensi PGRI Kota Makassar ini dihadiri oleh ratusan utusan cabang, ranting, serta para tokoh pendidikan dari berbagai penjuru kota. 

Di tengah forum yang dinamis itu, nama Pantja muncul sebagai pilihan utama, menggantikan Drs Suarman yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya.

Lahir di Ujung Pandang, 21 Januari 1971, Pantja memulai kiprahnya dari ruang kelas. 

Ia adalah guru matematika yang telaten dan berwibawa di SMAN 14 Makassar sejak 2004 hingga 2016. 

Matematika bukan sekadar angka baginya, melainkan filosofi berpikir yang logis dan tertata—prinsip yang ia pegang erat saat berpindah ke ranah kebijakan.

Tahun 2016, ia ditunjuk sebagai Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, lalu menjabat Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hingga 2022. 

Kini, ia menjabat Kabid Perencanaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produktivitas di Dinas Ketenagakerjaan Makassar—posisi yang mempertemukannya dengan isu-isu strategis dunia kerja dan pendidikan secara langsung.

Latar belakang pendidikannya mengokohkan sosoknya sebagai pemimpin dengan fondasi kuat. Lulus dari SMAN Limbung Gowa pada 1990, ia meraih gelar S1 Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Makassar, kemudian S2 di Universitas Negeri Surabaya dan S3 di Universitas Negeri Jakarta dalam bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan.

Kiprahnya di Muhammadiyah tak kalah panjang. Sejak 2022, ia menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan.

Ia juga dikenal sebagai Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Sulsel—posisi yang menjadikannya tokoh sentral dalam pengembangan kapasitas guru di tingkat provinsi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved