Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sawit Berkelanjutan

RSPO Terus Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) komitmen mendorong tata kelola sawit berkelanjutan, termasuk di Indonesia.

|
Editor: Rasni
RSPO
SAWIT BERKELANJUTAN - Foto Deputi Direktur Transformasi Pasar RSPO Indonesia, Mahatma Windrawan. RSPO senantiasa mendorong tata kelola sawit berkelanjutan, termasuk di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) komitmen mendorong tata kelola sawit berkelanjutan, termasuk di
Indonesia.

RSPO sendiri merupakan organisasi inisiatif berbagai stakeholder fokus mewujudkan minyak sawit berkelanjutan.

Anggota RSPO berasal dari berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen memproduksi, memproses, memperdagangkan, dan
menggunakan minyak sawit berkelanjutan bersertifikasi RSPO.

Seperti petani, pengolah, pedagang, produsen barang konsumen, pengecer, bank dan investor, serta organisasi lingkungan dan sosial.

Deputi Direktur Transformasi Pasar RSPO Indonesia, Mahatma Windrawan menjelaskan pihaknya terus melakukan edukasi masyarakat
terkait minyak sawit yang berkelanjutan.

Minyak sawit berkelanjutan sendiri merupakan sawit yang diproduksi sesuai dengan standar dan kriteria RSPO.

“Bagaimana kita mengetahui standar RSPO itu dengan melakukan sertifikasi. Sertifikasi ini kan skema verifikasi pihak ketiga,” jelasnya, saat
diwawancarai Tribun-Timur.com via Google Meet, Kamis (3/7/2025).

Windrawan memaparkan, industri sawit di Indonesia, khususnya di Sulawesi terbilang besar.

Bahkan, pihaknya mencatat beberapa calon member punya banyak lahan kebun di wilayah Sulawesi.

Potensi ekonomi yang besar tersebut, kata dia, perlu dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan.

“Sawit itu hampir semua produknya bisa digunakan, termasuk limbahnya laku dijual, apalagi kalau menerapkan prinsip-prinsip sustainability,” paparnya.

“Sulawesi ini merupakan wilayah potensial bagi RSPO untuk ekspansi membership, untuk mengembangkan sustainability di kelapa sawit,”sambung Windrawan.

Windrawan menyebut, berbagai tantangan dihadapi dalam mewujudkan minyak sawit berkelanjutan.

Olehnya, pihaknya akan terus memperkenalkan RSPO dan membesar pasokan atau member.

“Semoga dalam satu atau dua tahun ini akan ada member besar yang masuk, minimal satu menengah atau satu yang cukup besar,” sebutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved