Sepak Terjang Yeni Rahman Sudah 2 Kali Kritik Keras Andi Sudirman Gegara Mangkir, Kader Setia PKS
Yeni mengawali karir politiknya saat PKS berdiri sejak 1998 yang dulunya bernama Partai Keadilan (PK).
TRIBUN-TIMUR.COM - Sepak terjang Yeni Rahman anggota DPRD Sulawesi Selatan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikenal sosok kritis di DPRD Sulsel.
Yeni sudah dua kali kritik keras Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman karena absen rapat paripurna.
Ia adalah kader setia PKS.
Yeni mengawali karir politiknya saat PKS berdiri sejak 1998 yang dulunya bernama Partai Keadilan (PK).
Sorotan pertama Yeni Rahman ke Andi Sudirman pada Senin (14/4/2025).
Yeni Rahman menyoroti Andi Sudirman karena mangkir dari rapat paripurna.
Rapat paripurna itu berkaitan penyampaian laporan hasil reses masa persidangan II tahun sidang 2024/2025 di Gedung DPRD Sulsel.
Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengutus Asisten I, M Arafah, untuk mewakili.
Hal ini menuai reaksi keras dari sejumlah anggota dewan, terutama legislator Komisi E, Yeni Rahman.
Dalam forum resmi tersebut, Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Andi Sudirman.
Yeni menilai Andi Sudirman tidak menghormati lembaga legislatif dan aspirasi masyarakat.
"Saya menganggap bahwa paripurna kita hari ini tanpa roh," tegas Yeni Rahman.
Kritikan kedua Yeni Rahman ke Andi Sudirman Sulaiman terjadi saat Rapat paripurna DPRD Sulsel, Senin (30/6/2025).
Rapat paripurna itu terpaksa ditunda lantaran Andi Sudirman Sulaiman tak hadir.
Agenda paripurna membahas penjelasan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Andi Sudirman hanya diwakili Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jufri Rahman.
Anggota DPRD Sulsel Fraksi PKS, Yeni Rahman, melakukan interupsi dalam sidang.
Ia secara tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Andi Sudirman Sulaiman.
“Kami sepemikiran sejumlah fraksi lain. Tentu pertimbangan sudah kami sampaikan. Kami beberapa kali hadiri paripurna, tapi tidak pernah melihat gubernur,” tegas Yeni dari mimbar paripurna.
Agenda paripurna bukan perkara sepele dan seharusnya dihadiri kepala daerah, bukan perwakilan.
Ketidakhadiran Andi Sudirman mencerminkan sikap yang tidak menghargai fungsi DPRD sebagai mitra sejajar penyelenggaraan Pemprov Sulsel.
“Saya pikir agenda ini bukan main-main. Kita tidak mau tahu alasan beliau tidak hadir se-urgensi apa," ujar Yeni.
"Ini menjadi pertanyaan besar kita di sini, bahwa semudah itulah Gubernur tidak menghadiri paripurna karena dianggap ada di luar sana yang lebih penting daripada agenda paripurna di DPRD Sulawesi Selatan,” tambahnya.
“Ini bukan pertama kalinya. Sudah berulang kali. Tidak bisa dibiarkan seperti ini. Kita ini mitra, kami ini keterwakilan rakyat. Dan ini menjadi catatan dari Fraksi PKS, bahwa kegiatan di luar sana dianggap lebih penting,” katanya.
Yeni menegaskan bahwa pihaknya tidak bersikap kaku soal waktu pelaksanaan ulang paripurna.
DPRD tetap terbuka untuk menjadwalkan ulang dengan menyesuaikan waktu Gubernur.
Kehadiran Andi Sudirman agenda penting seperti ini adalah bentuk penghormatan terhadap lembaga legislatif dan rakyat Sulsel.
“Iya (paripurna ditunda karena Gubernur tak hadir), dan kita akan menyesuaikan waktu itu. Kita masih punya etika dan akan menyesuaikan dengan waktu beliau,” jelas Yeni.
Namun kehormatan DPRD tidak boleh dikesampingkan.
“Kami tidak mematok waktu harus bagaimana, tapi ini menyangkut harga diri lembaga. Kami butuh kesepakatan bersama agar jadwal paripurna yang sudah ditetapkan bisa dihormati,” pungkasnya.
Profil Yeni Rahman
Yeni Rahman memiliki latar belakangnya guru dan pegiat pendidikan.
Ia mengawali karier politiknya di DPRD Makassar.
10 tahun jadi wakil rakyat level kota, ia naik kelas ke DPRD Sulsel pada Pemilu 2024.
Ia berhasil mengamankan satu kursi DPRD Sulsel dari dapil Makassar.
Yeni Rahman pernah menjabat Bendahara Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Kota Makassar.
Posisi ini dijabatnya pada tahun 2018.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai ketua fraksi PKS, ketua Pansus ASI, dan jabatan lainnya di DPRD Makassar periode 2014-2019.
Semasa kecil perempuan yang kerap disapa Yeni bercita-cita menjadi seorang dokter.
“Saya ingin jadi dokter tetapi takdir berkata lain saya lulus di perguruan tinggi jurusan keguruan dan akhirnya saya sempat berkarir sebagai guru,” katanya saat bertandang ke Kantor Tribun Timur Jl Cendrawasih no 430, Kota Makassar, Rabu (6/2/2019) lalu.
Ia mengaku saat menduduki bangku sekolah dasar sering beradu dengan teman sebayanya.
“Namanya anak-anak dulu sering berkelahi sama teman. Saya yang selalu dijambak rambutnya. Tapi saya tidak pernah menangis,”katanya sambil tersenyum.
Ia ikut maju bertarung demi mendapatkan kursi menjadi anggota dewan
Saat ini ia juga terdaftar sebagai calon anggota legislatif Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk daerah pemilihan Makassar Dapil lima nomor urut 1 dari Partai PKS.
“Awalnya saya latar belakang guru dan penyuluh agama pada saat bersamaan saya juga lulus sertifikasi guru dan ASN,”katanya.
Kala itu, Yeni merasa dilema untuk memilih lantaran karir tersebut tiba secara bersamaan.
“Tapi waktu itu saya dapat dorongan dari suami untuk maju di legislatif. Dengan harapan bisa lebih bermanfaat untuk banyak orang,”ujarnya.
Untuk hobi yang disenangi Yeni adalah berfikir.”Hobi saya mungkin agak aneh, karena hanya suka berfikir bagaimana agar masyarakat lebih baik. Nonton ke bioskop dan hal lainnya jujur saya tidak suka,”tambahnya.
Selain itu hobi yang dimilikinya yakni, berkegiatan langsung dengan warga. Seperti melakukan kegiatan sosial.
Sebagai seorang ibu perempuan kelahiran Ujung Pandang, 24 Januari 1977 ini mengatakan waktu untuk keluarga tak akan tersita jika dirinya terpilih menjadi anggota dewan.
“Karir sebagai anggota dewan tidak menyita banyak waktu untuk keluarga. Apalagi sekarang teknologi canggih jadi bisa video call kalau memang kunjungan keluar kota”ujarnya.
Yeni mengawali karir politiknya saat PKS berdiri sejak 1998 yang dulunya bernama Partai Keadilan (PK).
Berikut data diri Yeni Rahman
Nama Lengkap: Yeni Rahman, S Si
Nama Panggilan: Yeni
Tempat, Tanggal Lahir: Ujungpandang, 24 januari 1977
Berat Badan: 55 kg
Sekolah:
* SD: SD Negeri Inpres Mariso 1 makassar (1983-1989)
* SMP: SMP Negeri 1 Makassar (1989-1992)
* SMA: SMA Negeri 3 Makassar (1992-1995)
Kuliah:
* S1: Biologi FMIPA Unhas (97-2004).
* Akta 4 FKIP Unismuh (2005-2006)
Karir:
* Guru sukarela PAI SDN Rajawali (2004-2010)
* Guru PAI metro school (2005-2007)
* Wakasek kesiswaan dan wali kelas MITQ Azhar center (2005-2014)
* kepsek MTS MITQ Azhar center dan guru biologi (2011-2012)
Organisasi:
* Sekum remas Nahdatussa'adah.(1994-1996)
*Bendahara TK TPA Nahdatussa'adah (1997-1999).
* Ketua divisi kerohanian fosimabi biologi Unhas (2008-2009).
*Ketua bidang pendidikan SSC KAMMI SulSel (2000-2004)
* Wakil ketua BKMT Mariso (2017-sekarang)
*Ketua Dpc Pks Mariso (2004-2014)
Penghargaan. Juara 2 lomba essay guru pada milad PKS se SulSel 2002 dengan judul "Guru yang hilang"
Enam Ruas Jalan di Luwu Segera Diperbaiki, Anggaran Capai Rp10 Miliar |
![]() |
---|
Hari Ini, Pemprov Sulsel Kirim 1.800 Nama Usulan PPPK Paruh Waktu ke BKN |
![]() |
---|
Selain Gubernur Sulsel, Ini Elite Partai Hadiri Muswil PKS Sulsel di Makassar |
![]() |
---|
Muswil di Makassar, PKS Sulsel Targetkan 14 Kursi DPRD Pemilu 2029 |
![]() |
---|
Andi Sudirman dan Munafri Arifuddin Dijadwalkan Hadiri Muswil PKS Sulsel di Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.