252 Alumni PPTQ Ilmul Yaqin Maros Kuliah di Sejumlah Kampus Terbaik Indonesia Hingga ke Mesir
Hal ini disampaikan langsung oleh pimpinan pesantren, Dr KH Amirullah Amri, usai pelaksanaan Haflah Takhrij Tholabah keempat PPTQ Ilmul Yaqin.
Penulis: Muhammad Nur Alqadri Sirajuddin | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 252 alumni Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (PPTQ) Ilmul Yaqin Tompo Bolu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.
Hal ini disampaikan langsung oleh pimpinan pesantren, Dr KH Amirullah Amri, usai pelaksanaan Haflah Takhrij Tholabah keempat PPTQ Ilmul Yaqin di Ballroom Hotel Myko Makassar, Senin (30/6/2025) sore.
“Tadi ada 140 santri, dan asalnya anak-anak santri ini dari berbagai daerah di Indonesia,” ucap KH Amirullah kepada Tribun-Timur.com.
Ia menambahkan, selain tersebar di berbagai daerah dalam negeri, beberapa alumni bahkan telah melanjutkan studi hingga ke Mesir.
Selain itu, banyak lulusan PPTQ Ilmul Yaqin yang diterima di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, anak-anak kita ternyata mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya.
Sebagai pimpinan pesantren, KH Amirullah mengungkapkan bahwa membina para santri bukan hal mudah, sebab mereka berasal dari berbagai latar belakang budaya dan karakter.
“Menghadapi anak-anak itu pasti dengan berbagai karakter, adat, dan budaya dari daerahnya. Maka guru harus dilandasi dengan kesabaran serta keikhlasan,” ujarnya.
Baca juga: Bercita-cita Jadi Ulama, Dirga Alamsyah Tuntas Hafal 30 Juz Al-Quran di PPTQ Ilmul Yaqin Maros
Baca juga: Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Puji Ponpes Ilmul Yaqin Maros Cetak Alumni Cerdas
Ia juga menegaskan bahwa seluruh santri PPTQ Ilmul Yaqin diwajibkan tinggal di pondok pesantren.
“Jadi setelah orang tua melepaskan anaknya di pesantren, maka harus betul-betul dilepas 100 persen,” tegasnya.
Meski demikian, KH Amirullah mengingatkan para orang tua agar tetap selektif dalam memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak.
“Karena tidak bisa dipungkiri, terkadang anak-anak masuk pesantren ternyata ada apa-apanya,” ucapnya.
KH Amirullah juga berpesan kepada seluruh alumni PPTQ Ilmul Yaqin untuk tidak melupakan nilai-nilai yang diajarkan selama di pesantren.
“Ingat ilmu saat di pesantren, utamanya itu akhlak,” pesannya.(*)
| Kabar Duka, Kadis Perikanan Maros Muhisal Meninggal Dunia |
|
|---|
| Dukung Program Nasional, Alexandria City Hadirkan 500 Hunian Rakyat di Sulsel |
|
|---|
| 40 Kelompok Berlaga di Syarhil Quran MTQ Sulsel Maros, Paserta Didominasi Siswa SMA |
|
|---|
| 44 Peserta Ramaikan Majelis II MTQ Sulsel, Final Digelar 17 April |
|
|---|
| Kasus Campak di Maros Capai 31, Satu Pasien Masih Dirawat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PONDOK-PESANTREN-Pimpinan-Pondok-Pesantren-Tahfidz-Al-Quran-PPTQ-Ilmul-Yaqin-Tompo.jpg)