Silatnas Wija Arung Labuaja
Silatnas Wija Arung Labuaja Pertama Digelar, 800 Keturunan Hadir di Bone
Sebanyak 800 wija Arung Labuaja dari berbagai daerah berkumpul di Bone gelar Silatnas. Bupati Andi Asman berharap jadi agenda tahunan.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Sekitar 800 wija Arung Labuaja dari berbagai daerah di Indonesia melaksanakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Bumi Arung Palakka, Sabtu (28/6/2025).
Silatnas ini mengusung dua agenda utama, yakni ziarah ke makam La Temmu Page Arung Labuaja di Kompleks Makam Raja, Masjid Tua Al Mujahidin, dan malam ramah tamah di Hotel Novena, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran keluarga besar La Temmu Page Arung Labuaja yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.
"Jagalah nama baik turunan, kibarkan sampai ke mana-mana. Saya ini penjaga gawang di Bone, salah satu cucunya, dan saya tidak akan mempermalukan beliau," ujar Bupati Bone di hadapan keluarga besar.
Andi Asman juga meminta izin kepada seluruh wija Arung Labuaja agar Silatnas ini bisa menjadi agenda tahunan.
"Saya berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan dan seluruh keturunan dari wija Arung Labuaja bisa menikmati momen pulang di kampung leluhurnya," harapnya.
Ketua Panitia Silatnas Wija Arung Labuaja, Andi Parawansa, menyebut acara ini pertama kali digelar.
"Tentunya kami berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan dan mengumpulkan kami di Bone," akuinya.
Ia mengakui acara ini dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.
"Acara ini bisa terlaksana berkat dukungan dari semua pihak. Saya berharap acara ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi akan ada Silatnas ke depannya," tandasnya.
Sebagai informasi, Arung Labuaja adalah gelar diberikan kepada La Temmu Page Daeng Parenring, pemimpin Kerajaan Labuaja dan panglima perang terakhir Kerajaan Bone.
Kerajaan Labuaja merupakan kerajaan kecil di selatan Kerajaan Bone.
Gelar Arung Labuaja juga merujuk pada peran penting La Temmu Page dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Sulawesi Selatan. (*)
Heboh Ayah dan Anak di Maros Bunuh Ipar, Terancam 15 Tahun Penjara |
![]() |
---|
114 Anak 40 Lansia Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Sorowako, Damkar Selidiki Penyebab |
![]() |
---|
Kejar Mimpi Makassar dan Komunitas Jalan Bareng Ajak Anak Muda Tebar Harapan Lewat Langkah Kecil |
![]() |
---|
Air Terjun Bissappu Wisata Alam Cantik di Bantaeng, Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap |
![]() |
---|
Lowongan Kerja Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja 14 Posisi, Terima Tamatan SMA D3 S1 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.