Sosok 3 Ketua Partai Masuk Tim Ahli Gubernur - Wagub Sulsel, 2 Kader Nasdem, 1 Gelora
Menariknya, beberapa nama yang tercantum dalam SK ini berasal dari latar belakang partai politik maupun mantan pejabat Perseroda milik Pemprov Sulsel.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok tiga politisi masuk dalam daftar 17 tim ahli khusus lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman pengangkatan 17 tim ahli beredar di media sosial.
SK tersebut tersebar di WhatsApp pada Kamis (26/6/2025).
SK tersebut memuat daftar nama-nama tokoh ditunjuk jadi tim ahli Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Pengangkatan tim ahli tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam dokumen dengan Nomor 73/V/Tahun 2025 itu, tercantum penunjukan 10 orang sebagai tim ahli Gubernur Sulsel.
Sementara itu, 7 orang lainnya diangkat jadi tim ahli Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Fatmawati Rusdi.
Menariknya, beberapa nama yang tercantum dalam SK ini berasal dari latar belakang partai politik maupun mantan pejabat Perseroda milik Pemprov Sulsel.
Salah satu nama dalam daftar adalah Rendra Darwis.
Mantan Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) yang ditunjuk sebagai tim ahli Gubernur Sulsel.
Selain itu, Ketua Partai Gelora Makassar Muttaqin Yunus juga turut diangkat sebagai tim ahli Andi Sudirman.
Dari tim ahli Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, terdapat nama Arum Spink dan Andi Zulkarnaen Soetomo.
Arum Spink merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Bulukumba.
Sementara Zulkarnaen Soetomo adalah Ketua Nasdem Soppeng.
Mereka masing-masing menjadi tim ahli Fatmawati Rusdi.
Redaksi Tribun-Timur telah berupaya meminta konfirmasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Jufri Rahman, terkait beredarnya SK ini.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons dari Jufri Rahman.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak sembarangan mengangkat tenaga ahli atau staf khusus.
Ia menilai, dalam banyak kasus, pengangkatan tersebut lebih bernuansa politik dibanding kebutuhan birokrasi.
Dirinya meminta kepala daerah tak asal mengangkat tenaga ahli atau stafsus di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kalau misalnya seperti tenaga ahli cek betul di OPD ini sudah banyak ahlinya ya tidak boleh hanya untuk mengakomodir kepentingan-kepentingan," kata Prof Zudan di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (5/2/2025) lalu.
Prof Zudan mengaku banyak daerah yang kesulitan mengangkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Penyebabnya keterbatasan anggaran untuk gaji para PPPK.
Namun, dirinya menemukan fenomena daerah yang tetap mengangkat tenaga ahli padahal mengeluh soal gaji para PPPK.
"Banyak sekali dalam pengangkatan PPPK ini argumentasinya tidak ada dana, tidak ada anggaran, lah kok malah ngangkat lagi tenaga ahli, staf khusus, tim pakar yang membutuhkan anggaran," lanjutnya.
Prof Zudan juga mengingatkan para kepala daerah untuk tidak mengangkat pegawai lagi.
Pemerintah pusat disebutnya siap memberikan sanksi bagi daerah yang melanggar perintah tersebut.
"Untuk kepala daerah terpilih tidak boleh mengangkat lagi pegawai, akan ada sanksi tegas dari pemerintah pusat bila ada nanti gubernur, bupati walikota terpilih mengangkat pegawai lagi, tidak dibolehkan," kata Prof Zudan Arif Fakrulloh.
Saat ini, Prof Zudan menilai sudah terlalu banyak pegawai pemerintahan Apalagi yang menjabat tenaga administrasi.
Profil Muttaqien Yunus
Muttaqien Yunus cukup aktif saat menjabat Ketua Partai Gelora Makassar.
Pada Minggu (14/5/2023) lalu, pria usia 43 tahun ini bersama Partai Gelora mendaftar Bakal Calon Legisatif, Minggu (14/5/2023).
Menatap Pemilu 2024,Ketua DPD Partai Gelora Makassar EZ Muttaqien optimis bisa berbicara banyak.
EZ Muttaqien yakin Partai Gelora mampu merebut 7 kursi DPRD Makassar
"Insyaallah menargetkan, karena kami Nomor 7 dan saya hitung-hitung secara realistis memang 7 kursi," jelas Ketua DPD Partai Gelora Makassar ini.
DPD Partai Gelora Makassar sudah melengkapi 50 nama-nama bacaleg
Dari jumlah tersebut, 34 persen diantaranya merupakan kaum perempuan.
"Kami mendaftarkan 50 orang kader terbaik dari partai Gelora ini," kata E.Z Muttaqien Yunus
"Terdiri dari 33 orang laki-laki dan 17 orang perempuan sehingga secara persyaratan minimum kuota 30 persen itu terpenuhi," sambungnya.
Formasi Bacaleg ini berasal dari beragam kalangan.
Mulai dari Pengusaha, ketua Ojek Online (Ojol), ketua RW hingga Da'i.
"Ada dari pengusaha, da'i, RW, Ojol, yang menggambarkan gelombang rakyat Indonesia," kata Ketua DPD Partai Gelora.
Ia membeberkan alasan menggunakan motor untuk mendaftar bacaleg.
Dijelaskan, ini merupakan simbol gelombang suara rakyat yang ia bawa.
Sehingga Partai Gelora berbeda dari partai lain yang datang dengan konsep kedaerahan
"Kami datang ke KPU Kota Makassar menggunakan sepeda motor sebagai tanda bahwa Partai Gelora Indonesia adalah partai rakyat," katanya. (*)
Profil Arum Spink
Pipink, begitu ia akrab disapa, sejak mahasiswa telah menjadi penyiar radio di Radio Rewako FM Kabupaten Gowa.
Tak hanya itu, ia juga mendapat kepercayaan menjadi pengelolah Tabloid Swara Mahatidana Pemuda Pancasila Sulsel dengan posisi pemimpin redaksi.
Di Tahun 2003, saat berstatus mahasiswa, ia terpilih secara meyakinkan sebagai anggota KPUD Bulukumba termuda kala itu.
Ia sukses menyisihkan sejumlah peserta yang lebih senior. Di KPUD, karirnya berlanjut hingga dua periode dan menjabat sebagai ketua KPUD Bulukumba.
Meski menjabat sebagai komisioner, Pipink juga pernah tercatat sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi di Bulukumba. Kapasitas intelektual yang dimilikinya membuat sejumlah pimpinan perguruan tinggi saat itu "mengundangnya" sebagai dosen dengan sejumlah mata kuliah yang berbeda-beda.
"Saya terima permintaan mereka menjadi dosen bukan bukan hanya soal honor semata, tapi begitulah cara saya merawat intelektualitas. Bukankah mengajar adalah cara belajar yang paling baik?" katanya.
Tak berhenti di situ. Pipink juga dikenal luas di masyarakat Bulukumba sebagai da'i.
Ia aktif memenuhi panggilan ceramah hingga ke kampung-kampung. "Membangun jembatan itu penting, tapi jauh lebih penting membangun mental pengguna jembatan," katanya.
Pipink adalah pendiri Bulukumba Forum School yang melatih khusus anak-anak yatim dan tidak mampu secara gratis di tahun 2010.
"Jika orang kaya bisa membeli surga dengan hartanya, maka saya berusaha meraih surga dengan tulisan, buku dan kepedulian kepada anak-anak yatim," katanya. (*)
Biodata Arum Spink:
Nama: Arum Spink, SHi
Lahir: Bulukumba, 25 Januari 1978
Alamat : Anging Mammiri Residence Blok F5 Makassar
Istri : A. Asharyanti AS Melba
Anak :
1. Ariq Redmont Elhasib
2. Azka Ufairah Afifah
Riwayat Pekerjaan:
* Staf Pengajar/Dosen :
- AKPER Bulukumba, 2005-2006
-FKM Universitas Panca Sakti, 2007-2008
-FKM UVRI, 2007-2008
-STIKES Panrita Husada, 2012-2013
* Pemimpin Redaksi Tabloid Swara Mahatidana Sulsel, 2001
* Penyiar Radio Rewako FM, 2001
* Anggota KPUD Bulukumba, 2003-2008
* Ketua KPUD Bulukumba, 2008-2013
* Anggota DPRD Provinsi SulSel Periode 2014-2019
* Anggota DPRD Terpilih Provinsi Sulsel Periode 2019-2024
Karya Tulis/Buku:
1. Pemilu Dalam Perspektif Hukum Islam
2. Di Persimpangan Menuju Tuhan
3. Harga Untuk Sebuah Tepuk Tangan
4. Ramadhan Usah Kau Pergi
5. Handuk, Kipas Dan Sepotong Kayu (belum diluncurkan)
Riwayat Pendidikan:
* SD 1 dan SD 322 Kab. Bulukumba
* Pesantren Muhammadiyah "Darul Arqam" Gombara Makassar
* IAIN Alauddin Makassar
Riwayat Organisasi:
*Ikatan Remaja Muhammadiyah
*Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
*BKPRMI
*Sekretaris Partai Nasdem Sulsel, 2014-2017
*Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, 2014-2017
Sosial Media:
Facebook: Arum Spink
Instagram: Arum Spink
Twitter: @ArumSpink
Website: arumspink.com
Profil Andi Zulkarnaen Soetomo
Andi Zulkarnaen Soetomo pernah menjabat staf bagian organisasi Tata Leksana Setda Soppeng 2001-2005.
Andi Zulkarnaen Soetomo akrab disapa Bogel.
Ia menunjukkan keseriusannya untuk ikut bertarung dalam kontestasi politik lokal di Kabupaten Soppeng.
Dengan tagline "Bersama Kita Bisa!", baliho dan banner bergambar Andi Zulkarnaen Soetomo mulai terpasang di sudut-sudut kota kecamatan se Kabupaten Soppeng serta jalan-jalan poros.
Putra dari mantan Bupati Soppeng dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), Andi Soetomo ini, tidak hanya mengandalkan dukungan dari 4 kursi partai NasDem, tetapi juga menunjukkan pengalaman sebagai seorang birokrat.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Soppeng.
Pengalaman politiknya tidak diragukan lagi, di mana ia telah terjun sebagai kontestan dalam Pilkada 2015 lalu, berpasangan dengan Lutfi Halide melawan pasangan Andi Kaswadi Razak dan Supriansa.
Hal ini menunjukkan bahwa Bogel memiliki kecakapan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi kontestasi politik di Soppeng.
Andi Zulkarnaen Soetomo menegaskan ketaatannya pada segala perintah yang diberikan oleh Partai NasDem Sulawesi Selatan, terutama kepada Ketua DPW-nya, Rusdi Masse (RMS).
"Saya patuh dan taat segala perintah dari Ketua DPW, Kaka RMS. Insya Allah saya akan amanah, loyalitas tanpa batas," kataogel saat dihubungi, Senin (10/6/2024).
Bogel juga menyampaikan, pihaknya tengah menjalin komunikasi politik yang intensif dengan beberapa tokoh dan partai politik lainnya.
Berikut daftar lengkap 17 tim ahli Pemprov Sulsel
Tim Ahli Gubernur Sulsel:
• Rendra Darwis, ST, MM
• H Irwan, ST
• Muttaqin Yunus, M.Si
• Arif, ST
• Rahmat, ST
• Sujardin Syarifuddin, S.S., M.AppLing
• Addinul Haq Yaqub, SH, MH
• Achmad Hidayat Abdullah
• Dadan Wardani, Lc
• Hj Nurmina Anum, ST
Tim Ahli Wakil Gubernur Sulsel:
• Andi Zulkarnain Soetomo
• Muhlis Mustafa, SH, MH
• Dr. Abdul Jabbar, S.IP, M.Si
• A. Sri Wulandani Thamrin, S.IP, M.Hum
• Hasnina
• Irvaniya Zainuddin. (*)
Sosok Andi Ikhsan Hamid Loyalis Rusdi Masse Jadi Ketua OKK PSI Sulsel |
![]() |
---|
Serahkan Bantuan di Jeneponto, Fatmawati Rusdi Tegaskan Intervensi Nyata Atasi Stunting |
![]() |
---|
Parpol Mulai Bidik Gen Z |
![]() |
---|
Tantangan PKS Pemilu 2029 Harus Kalahkan Partai Lebih Muda Gerindra dan NasDem |
![]() |
---|
Selain Gubernur Sulsel, Ini Elite Partai Hadiri Muswil PKS Sulsel di Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.