Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

IAIN Parepare dan Kemenag Sulsel Gaungkan Isu Toleransi di Dunia Digital, Riset di 98 Kota

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan dalam menyebarluaskan pesan-pesan toleransi dan moderasi

Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Kunjunan IAIN Parepare di Kanwil Kemenag Sulsel di Makassar. Kolaborasi antara Kemenag Sulsel dan IAIN Parepare diharapkan mampu membangun ekosistem toleransi dan harmoni, baik di ruang publik konvensional maupun digital. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dalam upaya memperkuat narasi kerukunan umat beragama, khususnya di ruang digital.

Kerja sama ini dibahas dalam kunjungan akademik Ketua Laboratorium Sustainable Development Goals (SDGs) IAIN Parepare, Adnan Achiruddin Saleh, dan Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Afidatul Asmar, ke Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (26/6/2025).

Keduanya diterima oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H Aminuddin, dan Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama H Malingkai Ilyas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan dalam menyebarluaskan pesan-pesan toleransi dan moderasi beragama melalui berbagai platform digital.

“Kami sangat mengapresiasi riset yang dilakukan IAIN Parepare, terutama dalam mengkaji kerukunan di 98 kota di Indonesia. Ini menjadi dasar kuat untuk kerja sama strategis, khususnya dalam menyuarakan narasi kerukunan lewat media digital,” ujar H Aminuddin.

Pihak IAIN Parepare mendorong Kemenag Sulsel menjadi mitra utama dalam mendiseminasikan hasil riset dan konten positif yang mendukung target SDGs poin 4.7 dan 16 tentang pendidikan untuk perdamaian dan masyarakat inklusif.

“Kisah-kisah inspiratif tentang kerukunan perlu disampaikan secara konsisten. Kami siap menggelar pelatihan digital storytelling untuk mahasiswa dan masyarakat agar dapat memproduksi konten kreatif yang berdampak,” kata Afidatul Asmar.

Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama, H Malingkai Ilyas, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting di tengah era digital yang banyak membentuk opini publik lewat media sosial.

Rencana tindak lanjut dari kolaborasi ini akan difokuskan pada penguatan kapasitas digital masyarakat, pembuatan konten naratif kerukunan lintas platform, serta pemanfaatan data riset untuk intervensi program moderasi beragama.

Kolaborasi antara Kemenag Sulsel dan IAIN Parepare diharapkan mampu membangun ekosistem toleransi dan harmoni, baik di ruang publik konvensional maupun digital.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved