Pemkot Makassar
13 Camat, 15 Sekcam, dan 153 Lurah di Makassar Menanti Kepastian Nasib di Era Munafri-Aliyah
Masih ada 13 camat, 15 sekcam, dan 153 lurah yang masih menanti kepastian nasibnya pada pemerintahan era Munafri-Aliyah.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 13 camat, 15 sekretaris kecamatan (sekcam), dan 153 lurah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menanti kepastian nasib.
Pasalnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memberi sinyal bahwa penataan birokrasi akan terus berlanjut.
Kata Munafri Arifuddin, masih banyak posisi yang lowong di Pemerintah Kota Makassar.
Setelah mutasi pejabat eselon II, III, dan IV, kini Munafri Arifuddin menyasar pejabat kecamatan hingga kelurahan.
Mulai dari camat, sekretaris camat, hingga lurah.
"Masih banyak ini, masih ada camat, masih ada sekcam, masih ada lurah yang harus kita lihat potensi-potensinya untuk bergeser," kata Munafri Arifuddin diwawancara di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (24/6/2025).
"Kenapa? Karena memang ini akan sangat dinamis," jelasnya.
Sejauh ini, sudah ada dua Camat di Makassar yang dilantik Munafri.
Keduanya yakni Camat Ujung Pandang Andi Husni dan Camat Wajo Maharuddin.
Andi Husni dilantik bersama 22 pejabat eselon II, 21 pejabat eselon III, dan dua pejabat eselon IV, di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (16/6/2025).
Adapun Maharuddin dilantik bersama 23 pejabat eselon III lainnya di lokasi yang sama, Senin (23/6/2025).
Sementara itu, sekcam maupun lurah belum ada yang dilantik hingga saat ini.
Artinya, masih ada 13 camat, 15 sekcam, dan 153 lurah yang masih menanti kepastian nasibnya pada pemerintahan era Munafri-Aliyah.
Munafri Arifuddin menjelaskan, penataan dilakukan dalam rangka mendukung percepatan penataan birokrasi.
"Proses berjalannya gerbong ini tidak terhenti sampai disini, masih banyak posisi yang masih bisa diisi," tegasnya.
Pergantian ini merupakan hal yang sangat lumrah dalam instansi pemerintahan, bergera dan berpindahnya orang-orang dari satu tempat ke tempat lain akan memberikan warna.
"Saya tidak mau kita berpatok hanya disatu tempat zona nyaman, inilah yang membuat kita jatuh. Mengukur diri adalah salah satu yang sulit karena sulit mengukur posisi kita sehingga bergeraknya posisi harus jalan dengan dinamis," tuturnya.
Pemkot Makassar harus mengedepankan fungsi pelayananan dan mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.
Ia juga mengingatkan tidak ada egosektoral dalam lingkup Pemkot Makassar.
Diberitakan sebelumnya, penataan di Pemkot Makassar dimulai dari eselon tertinggi, eselon II atau posisi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pada mutasi perdana, Senin (16/6/2025) lalu, 46 pejabat eselon II, III, dan IV telah dilantik.
Kemudian pada Senin (23/6/2025), pelantikan kembali dilakukan dengan menyasar 24 pejabat eselon III atau administrator.
Sejumlah alumni IPDN ini tampil sebagai tokoh kunci di berbagai bidang, mulai dari lingkungan hidup, pendidikan, hingga sosial.
Alumni STPDN di Pemkot Makassar
Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Andi Husni SSTP MSi resmi dilantik sebagai camat baru dalam mutasi perdana Pemerintah Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melantik mereka bersama puluhan pejabat lain di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Senin (16/6/2025).
Andi Husni resmi menjabat sebagai Camat Ujung Pandang.
Ia dikenal sebagai birokrat muda potensial yang telah meniti karier di pemerintahan sejak lulus dari kampus STPDN.
Sehingga, saat ini, ada delapan camat yang berasal dari STPDN. (baca daftar camat pada bagian akhir berita)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, rotasi dan mutasi yang dilakukan bagian dari dinamika sistem pemerintahan.
"Pelantikan ini adalah sebuah proses yang berjalan dalam lingkup sebuah pemerintahan. Bolak-balik antara satu posisi dengan yang lainnya adalah hal yang sangat umum," ucapnya dalam pelantikan pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar di Balaikota, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/6/2025).
Pergeseran dan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi.
Ia juga menegaskan, ini bukan karena faktor kedekatan personal, keluarga, maupun kesamaan latar belakang.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah proses bersama yang bisa meningkatkan dan membawa kita pada pencapaian target pembangunan yang lebih cepat," tegas Munafri.
Empat bulan memimpin Pemkot Makassar, ia secara langsung mengamati dan mengevaluasi pergerakan kinerja OPD.
Katanya, setiap era pemerintahan memiliki sistem dan strategi yang berbeda, namun pembangunan tetaplah berkelanjutan.
"Pembangunan ini adalah proses berkelanjutan. Bukan meninggalkan yang lama, tetapi melanjutkan dan menyempurnakan. Pergeseran ini adalah cara memaksimalkan kinerja," tuturnya
Munafri mengajak semua elemen untuk semangat membangun tim pemerintahan yang kuat dan saling mendukung.
Pemkot Makassar diharapkan mampu bergerak lebih cepat dan tepat dalam mencapai target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi lintas SKPD tanpa ego sektoral.
Ia mengingatkan, tidak ada organisasi perangkat daerah yang bisa bekerja sendirian tanpa dukungan satu sama lain.
"Di pemerintah kota ini tidak boleh dibangun ego sektoral, tidak boleh ada SKPD eksklusif. Semua harus saling support untuk hasil yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Ia kemudian menekankan sejumlah tantangan prioritas yang harus segera direspons cepat oleh SKPD terkait, seperti penerimaan siswa baru di sektor pendidikan, penanganan isu sosial melalui Dinas Sosial, dan program-program krusial lainnya.
Munafri juga menanggapi dinamika publik mengenai susunan "kabinet" baru yang beredar di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
"Beberapa hari yang lalu beredar berbagai macam susunan kabinet. Tapi tidak semua yang ada di dalam list itu bisa terlantik. Ini adalah proses gerbong yang akan terus bergerak dengan cepat dan kuat," katanya.
Dalam kesempatan ini, Appi juga memberi semangat kepada seluruh ASN yang baru dilantik maupun yang tidak mendapat posisi baru.
Menurutnya, karier adalah proses yang tak selalu instan, namun harus dijalani dengan komitmen dan profesionalisme.
"Saya tahu ada yang sering sekali dilantik, ada juga yang baru merasakan jabatan setelah tujuh tahun. Tapi ini adalah proses. Tidak ada suka atau tidak suka, yang ada adalah kompetensi," ujarnya.
"Saya sangat menghargai kecerdasan dan inovasi. Jabatan tidak diberikan karena hubungan keluarga, pertemanan, atau latar belakang agama. Ini soal kapabilitas dan kompetensi," sambungnya.
Daftar Camat di Makassar
Berikut daftar camat terbaru di Makassar:
1 . Camat Tallo: Ramli Lallo SPd
2. Camat Bontoala: Andi Ahmad Muhajir SSTP
3. Camat Ujung Tanah: Amanda Syahwaldi SSTP MM
4. Camat Wajo: Maharuddin S.Sos
5. Camat Kep Sangkarrang: Andi Asdhar SH
6. Camat Tamalanrea: Iqbal SSTP
7. Camat Panakkukang: Muh. Ari Fadli SSTP
8. Camat Manggala: Andi Eldi Indra Malka SSTP
9. Camat Mamajang:Andi Irdham SSTP MSi
10. Camat Mariso: Aswin Kartapati Harun SSTP M.Si.
11. Camat Makassar: Husni Mubarak SE MM
12. Camat Rappocini: M. Aminuddin SSos MSi
13. Camat Tamalate: Emil Yudianto SE MSi
14. Camat Ujung Pandang: Andi Husni SSTP MSi
15.Camat Biringkanaya: Juliaman
*tulisan bold merupakan camat baru di Makassar. (Tribun-Timur.com/ Siti Aminah)
Wali Kota Munafri Pimpin Rakor TPA, DLH Jadi Lead Sektor |
![]() |
---|
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham: Regulasi Harmonis Ciptakan Iklim Investasi Kondusif |
![]() |
---|
Peringatan Ketua Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa: Pelaku Kekerasan Anak Sering dari Orang Dekat |
![]() |
---|
Letkol Laut Krisnadi Temui Wali Kota Makassar, Bahas Pemeriksaan Gigi Gratis Warga |
![]() |
---|
Tarif Parkir QRIS di Makassar: Rp3.000 Motor dan Rp5.000 Mobil, Berlaku 1 September |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.