Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Profil

Rusli Sunali: Dari Kebun Suli ke Parlemen Sulsel

anggota DPRD Sulawesi Selatan, Rusli tetap dikenal sebagai sosok sederhana yang tak pernah melupakan akar kehidupannya di Kecamatan Suli, Luwu.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Muh Hasim Arfah
Dok Pribadi Rusli Sunali
RAWAT DURIAN- Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Rusli Sunali merawat durian Musang King miliknya di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Ia adalah anggota DPRD Sulsel dari Kecamatan Suli. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Di balik jas dan ruang sidang, ada aroma tanah dan kenangan masa kecil yang masih melekat kuat pada diri Rusli Sunali.

Meski kini ia duduk sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan, Rusli tetap dikenal sebagai sosok sederhana yang tak pernah melupakan akar kehidupannya, akar yang tumbuh dari ladang dan kebun di kaki perbukitan Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Lahir dan besar di tanah subur itu, Rusli kecil terbiasa hidup dalam kesahajaan.

Setiap hari, sepulang sekolah, ia menyusuri jalan setapak menuju kebun orang tuanya, membantu mencangkul, menyiangi rumput, atau memanen hasil bumi.

Tak ada keluhan, tak ada lelah yang diungkap.

Semua itu dijalani sebagai bagian dari hidup, bagian dari proses tumbuh.

Ketua DPD Partai PPP Kabupaten Luwu, Sulsel Rusli Sunali.
Ketua DPD Partai PPP Kabupaten Luwu, Sulsel Rusli Sunali. (dok pribadi)

“Itu kebiasaan dari kecil. Dulu setiap pulang sekolah, kami diajak ke kebun sama orang tua,” kenangnya sambil tersenyum, saat ditemui pada Jumat (13/6/2025).

Dari hasil bertani itulah, Rusli bisa mengecap bangku pendidikan tinggi. 

Ia menempuh studi di Universitas Negeri Makassar (UNM), kampus yang bukan hanya memberinya gelar sarjana pendidikan, tapi juga membuka matanya pada dunia organisasi dan politik.

Aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, ia menimba pengalaman berharga di Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL).

Di situlah, bibit-bibit kepemimpinan mulai tumbuh subur dalam dirinya—sama suburnya dengan kebun kakao dan durian yang kini ia rawat.

Awalnya, Rusli bercita-cita menjadi guru. Ia ingin mengajar dan membentuk generasi penerus seperti para pendidik yang pernah menginspirasinya.

Tapi hidup menulis ceritanya sendiri. Jalan yang ia tempuh membawanya ke ruang publik yang lebih luas, politik.

“Awalnya saya ingin jadi guru. Tapi ternyata jalannya berbeda. Saya dipercaya jadi anggota DPRD, dan sekarang saya berjuang untuk masyarakat Luwu dari parlemen,” ujarnya.
Dari Legislator Termuda hingga Tiga Periode DPRD Luwu

Langkah politiknya dimulai saat usianya baru 30 tahun. Pada 2009, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Luwu dan terpilih. Ia menjadi legislator termuda saat itu. Kepercayaan masyarakat tak berhenti di sana. Rusli terpilih tiga kali berturut-turut: 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.

Sekda Luwu, Sulaiman (kiri) menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 kepada Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, Jumat (30/9/2022).
Sekda Luwu, Sulaiman (kiri) menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 kepada Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, Jumat (30/9/2022). (ist)

Pada Pemilu 2024, konsistensi dan kedekatannya dengan masyarakat mengantarkan Rusli naik tingkat menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Rusli tak pernah menjauh dari akar. Ia tetap pulang ke kampung. Tetap mencangkul, memupuk, dan menanam.

Setiap akhir pekan, ia menyempatkan diri kembali ke kebunnya di Kecamatan Bua. Di atas lahan miliknya, ia menanam kakao dan durian Musang King. Durian itu kini mulai belajar berbuah—pertanda bahwa waktu dan ketekunan memang tak pernah sia-sia.

“Masih rutin. Kalau tidak ada agenda, Jumat malam saya pulang. Sabtu dan Minggu saya ke kebun. Hitung-hitung olahraga juga,” ucapnya santai.
Politik dan Petani, Dua Dunia yang Tak Pernah Ia Pisahkan

Kebun baginya bukan hanya tempat bersantai, tetapi juga ruang temu. Di sana, Rusli bertemu warga, berdialog dengan petani, dan menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

“Sekalian mendengar aspirasi petani. Banyak hal yang bisa kita perjuangkan kalau kita tahu langsung kondisi mereka di lapangan,” ungkapnya.

Rusli Sunali mungkin telah jauh melangkah dari masa kecilnya.

Tapi jejaknya masih tertinggal di setiap batang kakao dan pohon durian yang tumbuh di kebunnya. 

Ia adalah politisi yang tak kehilangan tanah tempatnya berpijak—figur yang berjalan di antara panggung parlemen dan jalur kebun, sambil membawa semangat pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

Data Diri:

Nama: Rusli Sunali

TTL: Cimpu, 5 Mei 1979

Jenis kelamim: Laki-laki

Agama: Islam

Istri: Sumarni Jamal

Anak: 3 orang

Alamat: Desa Kasiwiang, Kecamatan Suli, Luwu, Sulsel

Parpol: PPP

Pekerjaan:

Staf Perusda Sulsel

Anggota DPRD Luwu Periode 2009-2014

Anggota DPRD Luwu Periode 2014-2019

Ketua DPRD Luwu Periode 2019-2024

Pendidikan:

SDN Cimpu

SMPN Suli

SMAN 1 Belopa

S1 UNM Makassar

Organisai:

Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

(tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved