Piala Dunia 2026
Statistik Lebih Bagus dari Nadeo dan Ari, Reza Arya tak Masuk Skuad Timnas Indonesia Lawan China
Manajemen Tim Nasional Indonesia tak membawa Reza Arya Pratama masuk dalam skuad Kualifikasi Piala Dunia.
TRIBUN-TIMUR.COM- Manajemen Tim Nasional Indonesia tak membawa Reza Arya Pratama masuk dalam skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia akan melawan China di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Kamis (5/6/2025) pukul 21.45 WITA.
Pria kelahiran kelahiran Parepare 18 Mei 2000 mendapatkan panggilan dalam persiapan skuad Timnas Indonesia melawan China.
Ia adalah kiper PSM Makassar.
Bersama PSM pada Liga 1 Indonesia musim 2024-2025, ia bermain selama 17 kali.
Ia hanya kemasukan 22 gol sepanjang musim.
Kemudian, tiga pertandingan 3 clean sheet.
Dalam catatan musim statistik permainan Reza Arya lebih bagus ketimbang Nadeo Argawinata (Borneo FC) dan Ernando Ari (Persebaya Surabaya).
Pada musim lalu, Nadeo Argawinata mencatatkan 29 pertandingan dengan 28 kemasukan, 11 cleansheet, 3 Kartu kuning, dan 2 Kartu merah.
Sementara itu, Ernando Ari memainkan 24 pertandingan, 24 gol kemasukan, 8 nirbobol, 2 kartu kuning, dan 1 kartu merah.
Skuad Final Timnas Indonesia vs China
Penjaga gawang:
Emil Audero (Como 1907), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ernando Ari (Persebaya Surabaya)
Belakang:
Jay Idzes (Venezia FC), Mees Hilgers (FC Twente), Rizky Ridho (Persija Jakarta), Justin Hubner (Wolves U21), Kevin Diks (Borrusia Gladbach), Calvin Verdonk (NEC Nijmegen), Dean James (Go Ahead Eagles), Yakob Sayuri (Malut United), Yance Sayuri (Malut United)
Tengah: Thom Haye (Tanpa klub), Joey Pelupessy (Lommel SK), Ivar Jenner (Jong Utrecht), Nathan Tjoe A On (Swansea City), Ricky Kambuaya (Dewa United), Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung)
Depan:
Ole Romeny (Oxford United), Egy Maulana Vikri (Dewa United), Rafael Struick (Tanpa klub), Ramadhan Sananta (DPMM FC), Stefano Lilipaly (Borneo FC)
Ulangi Sejarah 68 Tahun
Dalam catatan pertemuan yang digelar di tanah air, Indonesia terakhir kali menang atas China di kandang sendiri terjadi pada 68 tahun lalu.
Tepatnya pada 12 Mei 1957, saat Indonesia menang 2-0 di kualifikasi Piala Dunia. Itulah catatan terakhir kali Indonesia menang atas China di kandang sendiri, catatan itu bertahan hingga saat ini.
Media China menyebut pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert takut sebelum bertanding.
Ia menuliskan bahwa Patrick Kluivert sudah berusaha mempelajari taktik China namun tidak mendapatkan hasil apapun.
"Tim Indonesia takut sebelum pertandingan! Pelatih kepala mengatakan bahwa dia telah mempelajari tim Tiongkok, tetapi tidak mendapatkan hasil apa pun," demikian judul artikel media China, 163.com.
Ya, Patrick Kluivert memang sempat melontarkan pernyataan tersebut beberapa waktu lalu. Ia sempat menonton beberapa kali pertandingan saat Timnas Indonesia dikalahkan China 1-2 pada Oktober tahun lalu. "Ya, kami banyak berdiskusi soal China. Kami sudah menganalisis mereka dengan baik. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan. Saya memang belum bergabung saat itu. Tapi ini adalah pertandingan baru di kandang sendiri," kata Patrick Kluivert.
Rupanya pernyataan Patrick Kluivert tersebut justru langsung mendapat sorotan. Media China tersebut heran, padahal taktik China pada pertandingan tersebut sangat sederhana, yakni dengan memanfaatkan kelengahan pertahanan Timnas Indonesia.
Selain itu, media China tersebut juga menyoroti performa Patrick Kluivert menukangi Timnas Indonesia yang jauh dari harapan. "Kluivert menjadi pelatih kepala tim Indonesia di pertengahan musim, tetapi catatan dan penampilannya secara keseluruhan tidak memenuhi harapan," tulisnya.
"Banyak penggemar Indonesia yang mengatakan bahwa Kluivert tidak sebagus Shin Tae-yong, dan tim Indonesia seharusnya tidak melepaskannya. Selain itu, ketidakmampuan Kluivert dalam menganalisis taktik tim Tiongkok menjadi kabar baik bagi tim nasional sepak bola Tiongkok."
"China dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menang secara tak terduga dalam pertandingan tandang melawan Indonesia, dan mengejutkan Kluivert," sindir media tersebut.
Kini saatnya Patrick Kluivert membalas ejekan media China tersebut pada pertandingan esok. Apalagi Timnas Indonesia memiliki tren yang cukup apik saat bermain di kandang dengan meraih dua kemenangan beruntun sekaligus clean sheet dengan menghajar Arab Saudi 2-0 dan Bahrain 1-0.
Ada beberapa pemain Indonesia yang tidak bisa bermain dalam laga ini, pelatih Patrick Kluivert tidak bisa menggunakan Marselino Ferdinan, Maarten Paes, Eliano Reijnders, Ragnar Oratmangoen, Septian Bagaskara, dan Sandy Walsh.
Marselino dan Maarten Paes terkena akumulasi kartu kuning. Maka kedua pemain mesti menjalani skorsing satu pertandingan. Marselino dan Maarten Paes pun akan tersedia untuk partai grup terakhir menghadapi Jepang, Rabu (10/6) pekan depan.
Sementara Eliano Reijnders izin dari panggilan Timnas Indonesia karena alasan pribadi. Pemain PEC Zwolle mendampingi sang istri yang melakukan persalinan.
Sebaliknya untuk Ragnar Oratmangoen, Septian Bagaskara, dan Sandy Walsh terpaksa absen karena masalah kebugaran. Ragnar terkena infeksi virus, lalu Bagaskara dan Sandy Walsh menderita cedera bersama klubnya.
Patrick Kluivert cuma mengganti dengan memanggil satu sosok dari kepergian tiga pemain tersebut. Dia adalah pemain Persib Bandung, Beckham Putra.
Dari opsi yang tersedia, tampaknya Beckham Putra bisa menjadi salah satu andalan permainan Patrick Kluivert. Opsi lainnya dengan memainkan Stefano Lilipaly di pos sayap. Meskipun sudah cukup berumur (35 tahun), Lilipaly masih menjadi tumpuan utama bagi klubnya, Borneo FC pada musim 2024/2025.
Dia memainkan 24 pertandingan, sebelum dibekap cedera jelang akhir musim. Dari jumlah tersebut, Stefano Lilipaly menghasilkan 6 gol dan dua assist, baik saat digunakan sebagai sayap kiri maupun gelandang serang.
Jumlah tersebut memang menurun jika dibandingkan musim sebelumnya, Stefano Lilipaly bisa menghasilkan 11 gol dan 17 assist dalam 31 pertandingan Liga 1.
Sejalan dengan itu, Beckham yang mengoleksi enam gol dan tiga assist di Liga 1 musim 2024/25 memiliki posisi serupa dengan Marselino Ferdinan. Timnas Indonesia menggunakan skema 3-4-2-1 pada partai terakhir melawan Bahrain, 25 Maret 2025.
Marselino Ferdinan menempat posisi di belakang Ole Romeny sebagai striker utama. Artinya, Marselino dapat berlaku sebagai gelandang-serang maupun penyerang-sayap. Kecemerlangannya di laga terakhir pun melahirkan satu assist yang dicetak oleh Ole Romeny ke gawang Bahrain. Kini, peran dari Marselino Ferdinan pun diprediksi beralih ke Beckham Putra.
Beckham memiliki style permainan serupa selama bersama Persib. Putra daerah Bandung pun berhasil mengantarkan Persib juara back to back Liga 1. Adapun selain kepergian Marselino Ferdinan, lubang di barisan formasi Timnas Indonesia cukup mudah diprediksi.
Untuk posisi kiper akan dijabat Emil Audero yang menggantikan Maarten Paes. Lalu posisi Ragnar Oratmangoen akan diambil alih Ricky Kambuaya yang bermain ciamik sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Bahrain.
Selain pergantian tersebut, tampaknya Patrick Kluivert mempercayai pakem terakhir, termasuk juga menduetkan trio pemain bertahan, Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner meskipun Mees Hilgers tersedia.
Laga melawan China perlu dimaksimalkan oleh anak asuh pelatih Patrick Kluivert demi memperbesar peluang lolos ke putaran final atau putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia.
Syarat langsung lolos ke putaran final adalah finish di urutan kedua Grup C. Bila hal tersebut sulit digapai, Indonesia masih memiliki kans tampil di putaran keempat asalkan finish di peringkat tiga atau empat.
Indonesia masih memiliki dua laga sisa di Grup C, yakni melawan China dan tandang ke Jepang.
Saat ini, Ole Romeny, dkk bercokol di posisi keempat klasemen sementara Grup C dengan raihan sembilan poin. Jumlah poin tersebut didapat setelah menaklukkan Bahrain 1-0 dan Arab Saudi 2-0 serta menahan imbang Australia 0-0, Bahrain 2-2, dan Arab Saudi 1-1.
Indonesia juga unggul atas Bahrain dan China yang secara berurutan duduk di peringkat lima dan enam dengan raihan enam poin. Namun, Skuad Garuda masih harus mengejar ketertinggalan dari Jepang, Australia, dan Arab Saudi yang masing-masing bercokol di urutan satu hingga tiga. Jepang saat ini duduk di posisi teratas klasemen dengan perolehan 20 poin, sedangkan Australia berada di urutan kedua berkat torehan 13 poin.
Sementara itu, Arab Saudi berada di peringkat tiga dengan catatan 10 poin. Berdasarkan hitung-hitungan tersebut, lawan yang memungkinkan untuk dikejar oleh Pasukan Garuda adalah Arab Saudi karena selisihnya hanya satu poin. Indonesia juga berpeluang menyalip Australia di urutan kedua apabila memaksimalkan dua laga yang tersisa.
Sementara itu, Pelatih timnas China, Branko Ivankovic mengatakan bahwa persiapan tim di Shanghai berjalan sangat lancar dan para pemain dalam kondisi yang sangat baik. "Saya selalu optimis, Tidak peduli apakah kami bermain melawan Indonesia atau tim lain, kami akan secara aktif berjuang untuk meraih kemenangan" kata Ivankovic. (Tribunnews/mba/bayu p)
Timnas Indonesia
Reza Arya Pratama
Kualifikasi Piala Dunia
China
Stadion Gelora Bung Karno
PSM Makassar
Dua Langkah Lagi, Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia Peluang Ukir Kemenangan 57 Tahun Lawan Irak |
![]() |
---|
Timnas Indonesia Tak Gentar Main di Timur Tengah |
![]() |
---|
Belajar dari Kekalahan Jepang vs Indonesia |
![]() |
---|
Indonesia Peluang Ulang Sejarah kemenangan Lawan Jepang 70 Tahun, Pernah Menang 7-0 |
![]() |
---|
Jepang Vs Indonesia: Menanti Tuah Pasca Salat Magrib, Patrick Kluivert Percaya Diri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.