Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

100 Personel Diturunkan Periksa Kelayakan Hewan Kurban di Makassar

Pemeriksaan ini dipimpin oleh Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar dengan menurunkan 100 personel. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Aktivitas penjualan sapi menjamur di sepanjang Jl Hertasing-Tun Abdul Razak, Minggu (25/5/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban menjelang Iduladha. 

Pemeriksaan ini dipimpin oleh Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar dengan menurunkan 100 personel. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar, Mirdayanti mengatakan, pelepasan tim pemeriksa hewan kurban dilakukan pada Rabu (28/5/2025) mendatang. 

"Hari Rabu kita pelepasan tim pemeriksaan hewan kurban di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar," ucap Mirdayanti kepada Tribun Timur, Minggu (25/5/2025). 

Dalam pemeriksaan ini, DP2 Makassar kerjasama dengan persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) , Kedokteran Unhas, Kedokteran Hewan Unhas, Fakultas Peternakan Unhas, UIN dan Universitas Bosowa. 

Ada lima titik yang disasar dalam pemeriksaan ini, antara lain Kecamatan Tamalanrea-Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Bontoala, dan Tamalate. 

"Kita sasar titik-titik penjualan hewan kurban di kecamatan tersebut," jelasnya. 

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, DP2 melakukan pemeriksaan secara bertahap. 

Pertama pemeriksaan kesehatan fisik yang dilakukan satu pekan sebelum hari raya kurban. Tim mulai turun pada 31 Mei nanti. 

"Pemeriksaan fisik dilihat dari kecukupan umur, apakah sehat, tidak sakit, dan tidak cacat," ujarnya. 

Setelah itu, pemeriksaan kembali dilakukan pada hari Raya yakni pada 6-7 Juni. 

Pemeriksaan ini dilakukan di masjid-masjid dengan memeriksa organ dalam hewan kurban, mulai dari hati, empedu, dan paru. 

Enam hari dilakukan pemeriksaan fisik antemortem, untuk memastikan kelayakan dan kesehatan hewan sebelum dikurbankan, kita juga turun pada saat hari H dan H+1 lebaran, " tuturnya. 

Sementara itu, Kepala DP2 Makassar Evy Aprialti mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan akan direkapitulasi hewan yang layak dan tidak layak kurban. 

"Ada layak dan tidak layak karena setelah diperiksa ada sapi yang belum cukup umur. Ada juga yang cacat fisik seperti kakinya pincang, tidak seimbang, kulit tidak mengkilat, telinganya ada robek. Jadi kita melalukan pemeriksaan fisik (antemortem) hewan korban sebelum disembelih," paparnya. 

Ia mengimbau agar pedagang hewan kurban menyampaikan kekurangan hewan secara jujur ke calon pembeli agar mereka tahu mana yang layak dan tidak layak. 

"Disarankan kepada para warga yang melaksanakan kurban agar memeriksa hewan kurban yang akan dibelinya. Jangan sampai karena dia besar tapi belum cukup umur. Juga disarankan lebih bagus dipotong di RPH karena karena sudah ada sertifikat halalnya. Kita juga punya Juleha, juru penyembelih halal," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved