Akibat Jalan Rusak di Seko, Jenazah Pensiunan Guru Digotong Sejauh 30 Km
Pada Minggu (18/5/2025) pagi, jenazah Bonar diberangkatkan dari Makassar menuju Palopo.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Salah seorang tokoh di Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan meninggal dunia.
Seorang purnabakti guru sekolah dasar (SD) di Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Luwu Utara meninggal dunia usai menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Makassar pada Sabtu (17/5/2025).
Sekretaris Desa Padang Balua, Bonar Suito mengatakan purnabakti guru tersebut bernama Matius, tokoh yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Seko.
“Matius didiagnosis menderita tumor di bagian paha dan menjalani operasi pada Sabtu pagi di RSUD Wahidin, namun takdir berkata lain, ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 23.05 Wita di hari yang sama,” kata Bonar saat dikonfirmasi, Selasa (20/5/2025).
Pada Minggu (18/5/2025) pagi, jenazah Bonar diberangkatkan dari Makassar menuju Palopo.
“Setibanya di Palopo, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah keluarga lalu dilanjutkan ke Masamba Luwu Utara untuk dibawa ke rumah duka di Seko,” jelasnya.
Pada Senin (19/5/2025) dini hari, jenazah diberangkatkan ke kampung halaman di Seko menggunakan ambulans.
“Setelah menempuh perjalanan darat hingga ke wilayah Dusun Palandong, Desa Embona Tana yaitu dusun pertama saat memasuki Kecamatan Seko, jenazah kemudian dibawa secara estafet oleh warga,” tambahnya.
Menurut Babinsa Seko, Serda Rahmat Saman, warga dan kerabat membawa jenazah Matius yang berada dalam peti dengan berjalan kaki.
“Warga dan kerabat berjalan kaki sekira 30 kilometer menuju rumah duka melewati jalan rusak, karena bertahun-tahun tidak mendapat perbaikan,” ujar Rahmat.
Lanjut Rahmat, proses pengantaran jenazah berlangsung dramatis karena warga yang membawa jenazah harus melawati jalan berlumpur.
Diketahui jalan menuju Seko tak dapat dilalui kendaraan. Hal itu dikarenakan jalan tersebut berlumpur dan banyak lubang.
Karena itu, masyarakat berharap agar perbaikan jalan tersebut dapat menjadi prioritas pemerintah daerah. (*)
| Jalan Poros Bulukunyi Takalar Rusak Parah, Warga Nazar Potong Kambing Jika Perbaikan Terealisasi |
|
|---|
| Malangke Masih Terendam |
|
|---|
| Dari Kota untuk Pedalaman: Bantuan Al-Quran Jaga Semangat Ibadah Muallaf di Seko |
|
|---|
| Sudah Dua Bulan Warga di Malangke Lutra Hidup dalam Kepungan Air |
|
|---|
| Petani di Luwu Utara Beralih jadi Buruh Sawit Karena Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Warga-dan-Babinsa-Seko-membawa-peti.jpg)