Bukan TPI Lonrae, Nelayan Bone Pilih Pasarkan Ikan ke Sinjai dan Kendari
Nelayan Bone kesulitan memasarkan ikan akibat infrastruktur TPI Lonrae yang buruk dan minimnya fasilitas pendukung.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan memilih memasarkan hasil tangkapan ke luar daerah.
Pasalnya, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lonrae Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur dianggap tidak memadai.
Ketua Asosiasi Nelayan Purse Seine (ANPS) Kabupaten Bone, Asnawi, mengungkapkan sebagian besar nelayan di Bone lebih memilih menjual ikan mereka ke Kabupaten Sinjai atau ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain, kondisi TPI dangkal, sehingga kapal kesulitan berlabuh saat air surut.
Akibatnya, aktivitas di TPI terhenti hingga beberapa jam.
Selain itu, area TPI sempit tidak mampu menampung sekitar 200 kapal motor nelayan berukuran besar.
Asnawi juga menyoroti tidak adanya perizinan pembuatan kapal dan perizinan melaut di Kabupaten Bone.
Kapal-kapal baru harus diukur untuk menentukan Gross Tonnage (GT), namun di TPI Lonrae, GT kapal diperbolehkan harus di bawah 30 penumpang.
Prosedur kelayakan kapal juga harus dicek, namun fasilitas untuk itu hanya tersedia di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.
Beberapa nelayan terpaksa melaut tanpa perizinan lengkap dan berisiko ditangkap di perairan Selayar dan wilayah Sulawesi Tengah seperti Bombana.
Asnawi menyebutkan bahwa banyak nelayan dari Bone ditangkap karena surat-surat mereka tidak diperpanjang.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan menuju TPI juga kurang mendukung.
Banyak kerusakan dan tidak adanya penerangan membuat masyarakat enggan membeli ikan di TPI, sehingga aktivitas di TPI cenderung sepi.
Asnawi berharap pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan kondisi nelayan di Bone dan meningkatkan fasilitas di TPI Lonrae untuk mendukung kesejahteraan mereka. (*)
Cahaya Bone Beri Diskon 10 Persen, Salah Satunya Rute Palu-Makassar |
![]() |
---|
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham: Regulasi Harmonis Ciptakan Iklim Investasi Kondusif |
![]() |
---|
Benarkah KONI Bone Terima Dana Hibah Rp6,6 M Tahun 2024? Penjelasan Bendahara Andi Sadikin |
![]() |
---|
ISSI dan Judo Sinjai Bidik Tiket Porprov di Parepare dan Pangkep |
![]() |
---|
Sapi Berkepala Dua Lahir di Sinjai Sulsel, Mati 30 Menit Usai Dilahirkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.