Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus PMK di Luwu Meningkat, 65 Ekor Ternak Terjangkit Mei 2025

Kepala Bidang Peternakan dan Keswan, Dinas Pertanian Luwu, Alimus mengungkapkan, hingga akhir Mei hewan ternak terinfeksi PMK mengalami kenaikan.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
IST/alimus
HEWAN TERNAK - Kepala Bidang Peternakan dan Keswan, Dinas Pertanian Luwu, Alimus mengontrol kesehatan hewan ternak. Alimus menyebut, kasus PMK naik dari 54 ekor ternak terinfeksi PMK di bulan April lalu, kini bertambah menjadi 65 ekor dengan penyebaran di wilayah Kecamatan Suli. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU — Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan.

Kepala Bidang Peternakan dan Keswan, Dinas Pertanian Luwu, Alimus mengungkapkan, hingga akhir Mei hewan ternak terinfeksi PMK mengalami kenaikan.

Dari sebanyak 54 ekor ternak terinfeksi PMK di bulan April lalu, kini bertambah menjadi 65 ekor dengan penyebaran di wilayah Kecamatan Suli.

Itu artinya, ada 11 kasus baru yang muncul dalam waktu kurang dari sebulan.

Alimus menjelaskan, cepatnya penyebaran PMK di Luwu disebabkan oleh sistem penggembalaan semi intensif yang masih banyak diterapkan masyarakat.

"Ternak sering diumbar di padang penggembalaan, sehingga interaksi antartempak sangat intens dan mempercepat penularan," jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (12/5/2025).

Kata Alimus, gejala utama PMK pada hewan ternak meliputi keluarnya air liur berlebihan, luka di sekitar hidung, mulut, hingga kuku.

Lalu dibarengi penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh, serta kecenderungan hewan untuk mencari tempat teduh.

Untuk penanganan, sambung Alimus, Dinas Pertanian Luwu kini masif memberikan injeksi antibiotik dan vitamin sebagai upaya pencegahan penularan PMK.

"Terus digencarkan melalui vaksinasi massal dan pengendalian lalu lintas ternak. Vaksin yang diberikan itu Apthovet Pusvetma untuk menekan penyebaran PMK," tandas Alimus.

Ia menambahkan, menjelang Lebaran Iduladha tahun 2025, pihaknya akan melakukan pengecekan di sejumlah peternak.

Hal itu dilakukan demi memastikan kondisi hewan ternak tetap sehat, sebelum dijadikan hewan kurban.

"Kita akan turun, biasanya 2 minggu sebelum hari H Iduladha," akunya.

 

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved