Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Viral

Sosok Om Bethel Berani Tantang Hercules 'Sitobo Lalang Lipa'

Mantan aktivis mahasiswa UMI Makassar tahun 1985, Andi Jamal Kamaruddin Daeng Masiga alias ‘Bethel’ menjadi perbincangan di media sosial.

Editor: Muh Hasim Arfah
dok pribadi
AJAK DUEL - Kolase Mantan Aktivis UMI, Andi Jamal Kamaruddin Daeng Masiga alias ‘Bethel’ menantang Ketua Umum GRIB, Hercules dalam sebuah video yang beredar Senin (5/5/2025). Bethel membahas soal sindiran Hercules yang mengkritik para mantan jenderal. 

Gatot mengatakan Hercules preman, karena tidak berjuang seperti para purnawirawan TNI.

Berbeda dengan Gatot, Hendropriyono merespons hal itu dengan kepala dingin.

"Kalau cuma soal Hercules, saya rasa kita juga harus berpikir dingin, walaupun hatinya mungkin panas," ujarnya.

Hendropriyono menilai, Hercules dan para prajurit TNI di tahun 70-an merupakan korban dari konspirasi global.

"Yang nyuruh kita ke Timtim dulu siapa? Amerika. Dia mau balas kekalahannya di Vietnam. Tahun 74 dia kalah, 75 saya bulan Februari masuk operasi Seroja. Di perbatasan sana tanya spanduk viva Amerika, tapi 98 kita diusir," kata dia.

Mertua eks Panglima TNI, Andika Perkasa, itu juga mengatakan Hercules cs adalah korban dari transisi itu termasuk juga perwira-perwira yang saat dulu ikut dalam operasi tersebut.

"Para veteran, termasuk (Prabowo), ini semua kan korban konspirasi," tuturnya.

Hendropriyono menegaskan dirinya menentang keras aksi premanisme.

"Bukannya saya mau bela, saya tetap anti premanisme, tapi kita kan punya hati nurani, kalau soal ini kan kecil," kata dia.

"Masyarakat harus bisa menerima dulu cerita ini, harus sama-sama mengatasi premanisme secara sistemik," sambungnya.

Hendropriyono menyebut Hercules juga merupakan korban ekonomi, apalagi dengan kondisinya yang memprihatinkan.

"Setelah dia ada di Indonesia menjadi bangsa Indonesia, tidak kebagian kue atau apa. Dia kan buntung Prof, kaki buntung, tangan buntung Hercules itu, mata sebelah. Ini karena membela RI," jelasnya.

"Saya sekali lagi bukan membenarkan dia," tandasnya.

Hendropriyono meminta masyarakat untuk melihat Hercules sebagai seorang yang pernah berjuang untuk Indonesia.

"Lihatlah orang berkorban untuk Republik Indonesia sampai tangannya satu, matanya satu, kakinya satu, sekarang dia jadi korban ekonomi. Bukan cuma termarjinalisasi, dia nggak bisa makan, yang bisa cuma mreman, Jadi siapa yang salah?," ujar Hendropriyono.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved