Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pantas Berani Jadi Joki UTBK, Ternyata Bayarannya Tembus Rp50 Juta

Lucas Valentino Nainggolan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ditangkap panitia UTBK, ternyata dibayar Rp50 juta

Editor: Ari Maryadi
Tangkap layar YouTube SNPMB ID
JOKI UTBK 2025 - Foto Lucas Valentino Nainggolan, joki UTBK 2025 yang viral di media sosial. Foto Lucas tersebar luas setelah tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melakukan konferensi pers terkait kecurangan UTBK 2025 pada Selasa (29/4/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Pantas berani jadi joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025, ternyata bayarannya tembus Rp50 juta.

Lucas Valentino Nainggolan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ditangkap panitia UTBK.

Ia nekat menggantikan peserta masuk ke ruangan menjawab soal UTBK 2025.

Informasi yang dihimpun Lucas Valentino Nainggolan menerima bayaran hingga Rp50 juta.

Lucas Valentino Nainggolan ditangkap tim Pelaksana UTBK Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Pihak ITB dalam keterangan tertulis yang dirilis, menyebut pihak kampus sedang mendalami kasus joki UTBK yang menyeret Lucas.

"ITB telah membentuk Komisi Pelanggaran Akademik dan Kemahasiswaan untuk menindaklanjuti pemeriksaan kasus ini," kata ITB, dikutip dari itb.ac.id, Jumat (2/5/2025).

Kampus berlogo Ganesha itu akan memintai keterangan mahasiswa yang bersangkutan.

Jika nantinya, Lucas terbukti bersalah, ITB siap memberikan sanksi kepada pelaku.

Sedangkan terkait unsur pidana, kampus serahkan penanganannya kepada pihak kepolisian.

"Komisi ini bertugas memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, dan jika terbukti maka Komisi akan merekomendasikan sanksi kepada Rektor ITB sesuai dengan ketentuan," tulis ITB.

Pimpinan ITB dalam rilisnya juga menyatakan kekecewaannya.

Aksi joki bagian dari kecurangan pelaksanaan UTBK malah dilakukan oleh seorang mahasiswa yang seharusnya menjunjung tinggi etika akademik.

ITB berkomitmen menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab akademik, serta senantiasa berupaya menjaga kepercayaan publik dan mendorong terciptanya budaya akademik yang jujur, bersih, dan beretika.

"Untuk itu dengan segera kami melakukan langkah-langkah penegakan aturan akademik dan kemahasiswaan," tegas ITB.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved