Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rusia va Ukraina

Sudah 1.160 Hari Rusia-Ukraina Perang, Donald Trump dan Zelensky Bertemu Empat Mata

adahal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky membaik setelah pertemuan tatap muka

Editor: Ansar
Kantor Kepresidenan Ukraina
TRUMP DAN ZELENSKY - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) terlihat bertemu di tengah acara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, Sabtu (26/4/2025). Donald Trump mengatakan, hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membaik setelah pertemuan tatap muka di Vatikan. 

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membaik setelah pertemuan tatap muka di Vatikan.

Berbicara kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa hubungan mereka sebenarnya "tidak pernah buruk," meskipun sebelumnya sempat terjadi ketegangan.

"Kami sempat berselisih sedikit karena saya tidak setuju dengan sesuatu yang dia katakan, dan kamera terus merekam, tapi itu tidak masalah bagi saya," kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Ia menambahkan, Zelensky kini terlihat lebih tenang dan memahami situasinya.

"Saya pikir dia ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.

Menlu AS: Trump Bisa Hentikan Upaya Perdamaian jika Rusia dan Ukraina Tak Capai Kemajuan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan menghentikan upaya menengahi kesepakatan damai jika Rusia dan Ukraina tidak menunjukkan kemajuan.

"Hal itu harus segera terjadi," kata Rubio dalam wawancara dengan program NBC "Meet the Press", seperti dilaporkan NBC News.

Rubio menegaskan, Amerika Serikat tidak dapat terus mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk upaya ini jika tidak membuahkan hasil.

Pernyataannya menyoroti tekanan yang meningkat agar kedua belah pihak segera mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Menteri Pertahanan Jerman Tolak Usulan Damai Trump

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, memperingatkan bahwa Ukraina tidak boleh menyerahkan seluruh wilayah yang diduduki Rusia dalam kesepakatan damai yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pistorius menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan penyiar Jerman, ARD, pada hari Minggu (27/4/2025), saat Trump terus menekan Moskow dan Kyiv untuk segera mengakhiri pertempuran.

"Ukraina tentu telah mengetahui sejak lama bahwa gencatan senjata yang berkelanjutan dan kredibel atau perjanjian damai mungkin akan melibatkan konsesi teritorial," kata Pistorius, dilansir ARD.

Namun, ia menegaskan bahwa konsesi tersebut "tentu tidak akan sejauh yang tercantum dalam proposal terbaru dari presiden AS."

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved