UMI Hadir di Bantaeng, Kampus Baru Dekat Kabupaten Bulukumba
Kampus UMI Bantaeng terletak di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, tepatnya di Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pimpinan Yayasan Wakaf (YW) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama rektor dan wakil rektor meninjau progres pembangunan Kampus UMI di Kabupaten Bantaeng, Sabtu (19/4/2025).
Kunjungan ini sekaligus menandai kesiapan UMI membuka penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) tahun akademik 2025/2026 di kampus UMI Bantaeng.
Kampus UMI Bantaeng terletak di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, tepatnya di Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang.
Kampus ini dibangun di atas lahan 1,2 hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Tahap awal pembangunan mencakup gedung tiga lantai yang dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.
Kehadiran UMI di Bantaeng akan menjadi pengungkit pembangunan sumber daya manusia di kabupaten tersebut.
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzi Nurdin, yang turut hadir dalam kunjungan di Kampus UMI Bantaeng, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran UMI yang telah memilih Kabupaten Bantaeng sebagai lokasi pembangunan kampus.
“Apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan UMI atas kehadiran kampus UMI Bantaeng, memilih Kabupaten Bantaeng sebagai salah satu daerah untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat mendukung pembangunan daerah,” katanya, dalam keterangan resmi Humas UMI.
Fathul Fauzi Nurdin mengaku percaya, kehadiran kampus ini akan memberi multiplier effect, tidak hanya dalam aspek pendidikan, tapi juga ekonomi dan sosial masyarakat.
“Ini sejalan dengan misi kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan,” katanya.
Ketua Pembina YW UMI, Prof Mansyur Ramly, menyebut, kehadiran pimpinan yayasan dan rektor bersama rombongan di Kabupaten Bantaeng bertujuan untuk melihat progres pembangunan Kampus UMI Bantaeng.
‘Alhamdulillah bangunannya semakin berkembang dan Insya Allah ditargetkan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2025 oleh Bupati Bantaeng,“ sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Mansyur juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Bantaeng yang turut meninjau langsung pembangunan Kampus UMI Bantaeng.
Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini, kehadiran Bupati Bantaeng merupakan bentuk perhatian besar terhadap masa depan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Bantaeng.
“Kehadiran Bupati Bantaeng dalam peninjauan langsung Kampus UMI Bantaeng, kami ucapkan terima kasih. Ini menunjukkan perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan kampus UMI di Bantaeng,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam kunjungan ini, pihaknya juga meninjau sejumlah lahan strategis yang berpotensi dikembangkan untuk usaha sektor ekonomi.
Sebab, Yayasan Wakaf UMI, kata dia, tidak hanya berfokus pada pendidikan, tapi juga melihat potensi lain untuk pengembangan ekonomi daerah.
“UMI mendukung program Pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan sektor strategis lainnya yang bertujuan untuk peningkatan kualitas serta kesejahteraan hidup masyarakat,“ papar Prof Mansyur.
Hal yang sama disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, mengatakan bahwa kehadiran kampus UMI di Bantarng mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Kehadiran kampus UMI di Bantaeng, kata dia, menjadikan UMI sebagai pelopor pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
‘Alhamdulillah kami sangat bahagia melihat progres pembangunan Kampus UMI Bantaeng yang cukup menggembirakan. Target diresmikan oleh Bupati Bantaeng, pada bulan Agustus 2025, Insya Allah dengan usaha dan doa kita semua khususnya dukungan Bupati Bantaeng, insya Allah dapat diwujudkan,” katanya.
Ia optimis bahwa kampus UMI di Bantaeng akan diminati oleh masyarakat setempat dan daerah sekitarnya.
Kehadiran kampus ini pun ditargetkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Sulsel seperti Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, dan Selayar.
Sementara itu, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, berharap agar proses pembangunan fisik dapat segera rampung tahun 2025 ini.
“Mudah-mudahan pembangunan kampus ini dapat segera rampung, sesuai jadwal kami, bulan Agustsu 2025 dan memenuhi syarat kelayakan izin operasional dari Kementerian melalui LLDikti Wilayah IX Sultanbatara. Setelah itu, kita berharap bisa mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025/2026,” kata Prof Hambali.
Prof Hambali menambahkan bahwa tahap awal pembangunan kampus akan mencakup gedung bertingkat tiga.
Terdiri dari ruang rektorat, ruang administrasi, aula pertemuan, serta ruang kelas di lantai dua dan tiga.
Untuk program studi yang akan dibuka, meliputi Kepariwisataan, Kelautan, Hukum, Bisnis, dan Digital.
Penerima Maba
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UMI yang juga Wakil Rektor I UMI, Prof A Dirgahayu A. Lantara, mengarakan bahwa penerimaan mahasiswa baru UMI tahun akademik 2025/2026 telah dibuka hingga 14 Agustus 2025.
Pendaftaran bisa melalui link pendaftaran spmb.umi.ac.id atau bisa langsung ke Menara UMI lt 2.
“UMI menyediakan berbagai beasiswa, termasuk beasiswa dari yayasan dan desa binaan, untuk mendukung calon mahasiswa yang berpotensi namun memiliki keterbatasan finansial,” katanya.
Pengelola Kampus UMI Bantaeng, Andi Ismail Kurniawan, menyampaikan bahwa Kampus UMI Bantaeng diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap bahwa masyarakat Bantaeng dan sekitarnya dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada di Kampus UMI Bantaeng,” kata Andi Ismail.
Kampus UMI Bantaeng juga diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung pembangunan daerah.(*)
| Ervina Zulaeha Terdakwa Kasus Korupsi Kembalikan Uang Rp600 Juta ke Kejari Bulukumba |
|
|---|
| Polwan Bulukumba Jenguk Syifa di Rumah Sakit, Remaja 16 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan |
|
|---|
| FKM UMI Resmi Cetak 20 Lulusan Perdana Profesi Bidan |
|
|---|
| Harga Minyak, Sayur, Bumbu Dapur di Bulukumba Melonjak, Ibu Rumah Tangga: Kasihan Kami |
|
|---|
| Legislator Pahidin HDK Tagih Utang Pemprov Sulsel Rp 22 M untuk Warga Miskin Bulukumba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KAMPUS-UMI-Pimpinan-Yayasan-Wakaf-UMI-bersama-rektor-dan-wakil-rektor-berfoto-bersama.jpg)