Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelni Makassar Gencarkan Budaya Keselamatan Kerja Lewat Pembinaan Intensif

Pembinaan ini mencakup pelatihan prosedur keselamatan standar, simulasi tanggap darurat, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai regulasi.

Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
PELATIHAN K3 - PT Pelni Cabang Makassar meluncurkan program pembinaan intensif keselamatan kerja bagi seluruh tenaga kerja. Program ini tak hanya menyasar awak kapal, tapi juga merangkul petugas darat dan staf teknis sebagai bagian dari komitmen menyeluruh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan profesional, PT Pelni Cabang Makassar meluncurkan program pembinaan intensif keselamatan kerja bagi seluruh tenaga kerja.

Program ini tak hanya menyasar awak kapal, tapi juga merangkul petugas darat dan staf teknis sebagai bagian dari komitmen menyeluruh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dengan risiko tinggi yang menyertai aktivitas pelayaran, Pelni Makassar menilai peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan menjadi langkah krusial. Pembinaan ini mencakup pelatihan prosedur keselamatan standar, simulasi tanggap darurat, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai regulasi.

“Keselamatan karyawan adalah prioritas utama kami. Pembinaan rutin ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata komitmen kami dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan,” tegas Darman, Manajer PT Pelni Cabang Makassar, Minggu (20/4).

Tidak hanya teori, para peserta juga menjalani praktik lapangan mulai dari pemadaman kebakaran hingga evakuasi darurat. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan pemahaman mendalam dan keberlanjutan materi pembinaan.

Menariknya, program ini juga menyentuh aspek sosial dan lalu lintas kerja di pelabuhan. Dari harmonisasi pekerja bongkar muat, pengaturan lalu lintas para pedagang, hingga naik-turun penumpang di area pelabuhan—semuanya menjadi perhatian khusus dalam program keselamatan ini.

PT Pelni Makassar bahkan menggandeng Agus Bustami, DBA, seorang konsultan ketenagakerjaan, untuk menyusun kelengkapan dokumen ketenagakerjaan dan membuka peluang kerja baru, termasuk opsi kerja luar negeri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Salah satu pekerja bongkar muat yang ikut dalam pembinaan mengungkapkan rasa antusiasmenya. “Pelatihan ini bikin kami lebih siap dan percaya diri menghadapi situasi di lapangan. Sekarang kami ngerti cara evakuasi darurat dan penggunaan APD yang benar,” ujarnya.

Ke depan, Pelni Makassar berencana memperluas program ini dengan melibatkan ahli K3 dan menambah frekuensi pelatihan. Harapannya, tidak hanya kecelakaan kerja yang bisa ditekan, tetapi juga pelayanan terhadap penumpang bisa makin optimal.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved